Pencuri Spesialis Kotak Amal di Pesanggrahan Ditangkap Polisi
Operasi Penangkapan Berhasil Mengungkap Aksi Pencurian Berulang
Pencuri spesialis kotak amal di Pesanggrahan akhirnya ditangkap setelah aksinya terbongkar oleh tim investigasi Polres Metro Jakarta Selatan. Berdasarkan laporan polisi, pelaku yang dikenal dengan inisial AK terlibat dalam tiga kasus pencurian di lingkungan mushola dan masjid di wilayah Petukangan Utara, Jakarta Selatan. Aksi ini dilakukan secara terencana dan berulang, menunjukkan keahlian pelaku dalam menghindari kecurigaan warga.
“Kami berhasil mengungkap kejahatan yang dilakukan AK selama lebih dari dua bulan. Pelaku menargetkan kotak amal karena lokasinya mudah diakses dan sedikit pengawasan, terutama saat waktu salat yang sepi,” kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo, dalam konferensi pers di Pesanggrahan, Kamis (21/5/2026).
Dalam penyelidikan, polisi menemukan bahwa AK menggunakan berbagai jenis kunci untuk membuka kotak amal, termasuk yang terletak di Mushola As-Syukur Gang Haji Liun. Aksi tersebut sering terjadi di waktu sore hari, tepat setelah salat Asar hingga sebelum Magrib, saat pengunjung masjid sedikit. Polisi mengungkapkan bahwa total uang yang dicuri dari tiga lokasi mencapai Rp1.650.000, dengan nominal masing-masing sebesar Rp750.000, Rp500.000, dan Rp400.000.
Informasi mengenai aksi pelaku berasal dari rekaman CCTV yang terpasang di beberapa mushola. Polisi menemukan bahwa AK selama ini beroperasi dengan bantuan teman dekat, yang bertugas mengawasi kondisi sekitar saat aksi berlangsung. “Pelaku juga memiliki rencana untuk mengganti kotak amal dengan yang palsu, agar tidak terdeteksi selama beberapa hari,” tambah AKP Joko.
Dalam penyelidikan lebih lanjut, polisi menemukan bahwa AK telah menyusup ke beberapa masjid di Pesanggrahan selama setidaknya tiga bulan terakhir. Dia berpura-pura menjadi pengurus atau jamaah yang rutin mengisi kotak amal, sehingga bisa mengakses tempat itu tanpa diduga. “Metode ini sangat efektif karena pelaku membangun kepercayaan dengan warga sebelum mengambil uang,” jelas sumber dari unit patroli Polres Metro Jakarta Selatan.
Langkah Preventif dan Peringatan untuk Masyarakat
Setelah pelaku berhasil ditangkap, polisi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap kejahatan di lingkungan tempat ibadah. AKP Joko menegaskan bahwa tim investigasinya akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan tidak ada pelaku lain yang terlibat dalam aksi serupa. “Kami berharap masyarakat dapat melaporkan setiap aktivitas mencurigakan ke layanan polisi di nomor 110,” pungkasnya.
Peristiwa ini juga memicu perhatian warga Pesanggrahan, yang mulai meningkatkan keamanan di sekitar mushola. Beberapa jamaah mengatakan bahwa mereka akan memasang kamera pengawas di masjid-masjid mereka. “Kami perlu lebih memperketat pengawasan, terutama saat kegiatan salat yang biasanya sepi,” kata salah satu warga setempat, Amin, 45 tahun, yang tinggal di dekat Mushola As-Syukur.
News Okezone menyebutkan bahwa kasus pencurian kotak amal di Pesanggrahan adalah bagian dari serangkaian tindakan kriminal yang dilakukan spesialis pencuri di wilayah Jakarta Selatan. Sebelumnya, polisi juga berhasil mengungkap beberapa kasus serupa di area Kebayoran Baru dan Senayan. “Tindakan ini menunjukkan bahwa pelaku tidak hanya menargetkan kotak amal, tetapi juga berusaha memperluas jaringan operasi,” terang sumber dari Bidang Penerangan Polri.
Penangkapan AK dianggap sebagai langkah penting dalam mengurangi kejahatan di lingkungan ibadah. Polisi menekankan bahwa kotak amal memiliki nilai sosial tinggi, sehingga kehilangan uang dari sumber tersebut bisa memengaruhi semangat ibadah dan kepercayaan masyarakat. “Kami berkomitmen untuk melindungi kegiatan keagamaan dari gangguan kejahatan,” tegas AKP Joko.
Sebagai informasi tambahan, Kasus pencurian kotak amal di Pesanggrahan tidak hanya menimbulkan kerugian finansial, tetapi juga merusak citra masjid sebagai tempat ibadah dan kegiatan sosial. Pelaku diketahui menggunakan alat khusus untuk membuka kotak amal tanpa merusak struktur fisiknya. “Ini menunjukkan keahlian teknis pelaku, yang perlu kita waspadai lebih lanjut,” kata seorang polisi lainnya.
Dengan penangkapan ini, Polres Metro Jakarta Selatan menegaskan komitmennya dalam memberantas kejahatan berulang yang sering terjadi di area permukiman. Mereka berencana untuk melibatkan warga dalam program pengawasan bersama, terutama di masjid-masjid yang memiliki kotak amal. “Kami juga akan meningkatkan patroli rutin di area tersebut untuk memastikan keamanan,” tutup AKP Joko, memberikan harapan bahwa kasus serupa bisa ditekan lebih lanjut.
