News

Special Plan: Dorong Ekonomi Kampung, Koperasi Merah Putih Dibangun di Biak Utara Papua

Dorong Ekonomi Kampung, Koperasi Merah Putih Dibangun di Biak Utara Papua

Special Plan – Sebagai bagian dari Special Plan yang dirancang untuk memperkuat keberlanjutan ekonomi lokal, Pemerintah Daerah Biak Numfor, Papua, meluncurkan pembangunan Gerai Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih di Kampung Warsansan, Distrik Biak Utara, pada hari Sabtu, 23 Mei 2026. Acara peletakan batu pertama dihadiri oleh Gubernur Papua Matius D. Fakhiri, yang menekankan peran penting koperasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat adat dan mengurangi ketergantungan pada sektor eksternal.

Program Strategis Nasional yang Diadaptasi Lokal

Special Plan ini merupakan wujud implementasi kebijakan nasional yang diprioritaskan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya adalah mengintegrasikan pengembangan ekonomi kampung dengan pembangunan infrastruktur yang dirancang secara inklusif. Fakhiri menjelaskan bahwa koperasi menjadi fondasi utama untuk memfasilitasi kegiatan perekonomian warga, terutama melalui pemanfaatan sumber daya alam yang ada.

“Semua program strategis nasional yang diberikan oleh Bapak Presiden Prabowo itu cuma-cuma, syaratnya tanah. Tanah dikasih gratis untuk dibangun. Jadi tanah tetap milik masyarakat,”

Koperasi Merah Putih dirancang sebagai pusat ekonomi yang menggabungkan fungsi penjualan, penyimpanan, dan pengembangan usaha lokal. Area seluas 1.000 meter persegi ini dilengkapi klinik kesehatan, ruang kerja, serta fasilitas pendukung lainnya. Fakhiri menyebutkan bahwa pembangunan ini bukan hanya untuk mendorong penghasilan ekonomi, tapi juga sebagai upaya melindungi hak masyarakat adat atas tanah dan sumber daya alam mereka.

Manfaat untuk Masyarakat dan Ekosistem Lokal

Dengan Special Plan ini, Pemerintah Daerah berharap masyarakat Biak Utara dapat lebih mandiri secara ekonomi. Koperasi diharapkan menjadi wadah bagi pengolahan hasil pertanian dan perkebunan, seperti buah-buahan yang menjadi komoditas utama di wilayah tersebut. Fakhiri menambahkan bahwa program ini juga memperkuat jejaring distribusi lokal, sehingga mengurangi risiko fluktuasi harga dan akses pasar yang terbatas.

“Gudang ini harus bisa berkaitan dengan apa yang ada di Biak Utara ini. Tadi saya tanya banyak buah-buah. Buah-buahan ini bisa menjadi proses juga yang bisa ditampung di koperasi,”

Menurut rencana, koperasi akan menjadi penggerak utama dalam membangun ekosistem ekonomi yang berkelanjutan. Koperasi ini tidak hanya membantu pengusaha kecil, tetapi juga memfasilitasi pengembangan usaha bersama. Fakhiri mengatakan bahwa inisiatif ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mengurangi kemiskinan melalui pendekatan partisipatif dan berbasis komunitas.

Special Plan ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan stakeholder terkait. Selain infrastruktur fisik, program ini melibatkan pelatihan pengelolaan keuangan, pemasaran produk, dan pengembangan kewirausahaan. Dengan demikian, koperasi Merah Putih diharapkan menjadi contoh sukses dalam integrasi pembangunan nasional dengan kebutuhan kampung.

Leave a Comment