Sports

Bukan Ducati atau KTM – Francesco Bagnaia Sebut Honda Punya Motor dengan Start Terbaik di MotoGP

Francesco Bagnaia: Honda Punya Start Terbaik di MotoGP 2026, Bukan Ducati atau KTM

Bukan Ducati atau KTM – Kompetisi di MotoGP 2026 menunjukkan pergeseran dominasi yang mengejutkan, dengan Francesco Bagnaia dari Ducati Lenovo menyoroti bahwa motor Honda justru memunculkan performa start terbaik di sirkuit saat ini. Dalam wawancara eksklusif dengan Crash, Sabtu (13/6/2026), rider asal Italia ini menyatakan bahwa merek Jepang tersebut memperlihatkan keunggulan yang signifikan dibandingkan Ducati dan KTM, dua tim yang selama ini dianggap sebagai kandidat utama untuk mendominasi balapan. “Bukan Ducati atau KTM, Honda yang menjadi pemenang dalam kategori start terbaik,” ujarnya.

Keunggulan Honda di Awal Balapan

Bagnaia menjelaskan bahwa kecepatan awal motor Honda RC213V tidak hanya mengejutkan, tetapi juga menjadi faktor penting dalam menentukan hasil balapan. Meski tim Honda saat ini berada di posisi keempat dalam klasemen konstruktor, performa start yang dominan mereka menunjukkan potensi untuk naik ke papan atas. “Honda mampu mengambil alih posisi rival sejak putaran pertama, bahkan sebelum mereka memasuki sirkuit,” tambahnya. Ini menjadi tantangan baru bagi tim-tim besar yang selama ini dianggap lebih kuat di lintasan.

Menurut Bagnaia, kinerja motor Honda pada putaran awal balapan mencerminkan inovasi teknologi yang terus berkembang. “Honda memiliki kemampuan untuk mempercepat lebih cepat dan mengontrol kecepatan secara lebih stabil,” jelasnya. Hal ini memungkinkan rider mereka seperti Luca Marini dan Takaaki Nakagami untuk tampil lebih konsisten sejak masuk ke garis start. Bahkan, Marini pernah mencatatkan rekor akselerasi 0-100 km/jam dalam waktu kurang dari 2 detik di Sirkuit Barcelona musim lalu, yang menurut Bagnaia jauh lebih baik dibandingkan saat ia menunggangi Ducati.

Pembalap lain seperti Marc Márquez juga menyebutkan bahwa Honda memiliki keunggulan unik dalam penyesuaian motor untuk putaran awal. “Honda mampu memadukan responsivitas mesin dengan kontrol berkendara yang sempurna,” kata Márquez dalam komentar terpisah. Ini menjelaskan mengapa motor Honda kerap memimpin di awal balapan meski menunggu hasil akhir lomba. Bagnaia menegaskan bahwa keunggulan ini membutuhkan penyesuaian strategi dari tim-tim yang ingin mengalahkan Honda.

Kontroversi dan Reaksi Rival

Komentar Bagnaia tentang Honda menimbulkan reaksi beragam dari rival-rivalnya. Beberapa pembalap Ducati mengakui bahwa motor mereka memang belum optimal di putaran awal, sementara KTM menganggap ini adalah tantangan yang bisa diatasi dengan pengaturan strategi lebih cermat. “Bukan berarti Honda lebih baik, tapi mereka memang lebih siap untuk start,” kata Bagnaia. Hal ini memicu perdebatan di antara penggemar dan analis MotoGP.

Dalam beberapa balapan awal musim 2026, Honda memang tampil dominan. Rider mereka kerap mampu mengambil posisi paling depan meski dijarah oleh rival-rival kuat. Misalnya, di Sirkuit Jerez, Honda menunjukkan kemampuan luar biasa dalam mengatur torsi mesin agar tidak kehilangan kecepatan di awal putaran. Bagnaia menilai ini adalah keunggulan yang harus diperhitungkan oleh semua tim.

Meski Honda belum memenangkan gelar juara musim ini, konsistensi mereka di awal balapan menunjukkan bahwa mereka bisa bersaing secara serius. “Honda tidak lagi menjadi tim yang dianggap kecil, mereka bisa merusak dominasi Ducati dan KTM,” pungkas Bagnaia. Ini menjadi bukti bahwa meski motor Honda dianggap lebih lambat di akhir balapan, kecepatan awal mereka mampu mengubah ketimpangan di sirkuit. Dengan kemampuan ini, Honda diprediksi akan menjadi ancaman besar di MotoGP 2026.

Leave a Comment