Women

Key Discussion: Risiko Nakes Terkena Paparan Darah saat Pemasangan Kateter Tinggi, Bisa Sebar Virus Patogen

Risiko Nakes Terkena Paparan Darah Saat Pemasangan Kateter Tinggi, Bisa Sebar Virus Patogen

Key Discussion menjadi topik utama dalam sebuah diskusi khusus yang dihadiri manajemen rumah sakit dan berbagai organisasi keperawatan seperti PPNI, HIPPII, HIMPONI, serta INA-PERSAI. Dalam sesi ini, Dr. Masfuri, ketua INA-PERSAI, menyoroti risiko paparan darah yang sangat tinggi selama prosedur pemasangan kateter intravena (IV). Ia menyebutkan bahwa kejadian ini terjadi dengan frekuensi yang jauh lebih sering dibandingkan cedera tertusuk jarum, menunjukkan bahwa tindakan medis sehari-hari menjadi sumber potensial penyebaran patogen.

Tantangan Utama dalam Lingkungan Rumah Sakit

Prosedur medis seperti pemasangan kateter intravena (IV) adalah bagian integral dari layanan kesehatan, tetapi juga membawa risiko signifikan bagi tenaga kesehatan (nakes). Studi terbaru menunjukkan bahwa paparan darah terjadi secara berkala dalam setiap intervensi, dan terutama tinggi dalam prosedur pemasangan kateter. Key Discussion menggarisbawahi bahwa masalah ini tidak hanya memengaruhi kesehatan nakes, tetapi juga berpotensi menyebarkan virus patogen kepada pasien, sehingga perlu diperhatikan secara serius.

Para nakes, terutama perawat dan dokter, sering kali terlibat langsung dalam prosedur yang melibatkan darah, baik melalui kontak langsung maupun penyebaran droplet. Fenomena ini mengundang kekhawatiran karena paparan darah bisa menyebabkan infeksi, baik terhadap nakes itu sendiri maupun pasien. Dalam Key Discussion, penekanan diberikan pada perlunya standar keselamatan yang lebih ketat dalam pemasangan kateter untuk meminimalkan risiko tersebut.

Peran Teknologi dalam Meningkatkan Keamanan Nakes

Key Discussion juga membahas inovasi teknologi yang bisa menjadi solusi untuk mengurangi paparan darah selama prosedur medis. Dr. Masfuri menekankan bahwa sistem kateter IV yang menggunakan teknologi closed system dapat meningkatkan perlindungan nakes sekaligus mengurangi potensi penyebaran virus patogen. Teknologi ini dirancang untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, meminimalkan kontak langsung dengan darah, dan memastikan prosedur berjalan lebih efisien tanpa mengorbankan kualitas perawatan.

Dalam Key Discussion, diskusi pun menyoroti pentingnya pendidikan dan pelatihan tenaga medis tentang protokol keselamatan. Kesadaran akan risiko paparan darah seharusnya menjadi bagian dari kebiasaan kerja sehari-hari, baik melalui alat bantu modern maupun penerapan kebiasaan yang tepat. Penelitian menyebutkan bahwa penggunaan alat-alat dengan fitur keselamatan, seperti kateter closed system, dapat mengurangi insiden paparan darah hingga 90%, yang berdampak besar pada penurunan jumlah infeksi nosokomial.

Sebagai contoh, produk Introcan Safety® 3 (IS3) dari B. Braun Indonesia telah diimplementasikan di beberapa rumah sakit sebagai bagian dari Key Discussion. Teknologi blood control septum pada IS3 menciptakan standar zero blood exposure, mengurangi risiko kontaminasi hingga minimal. Penerapan teknologi ini tidak hanya meningkatkan keamanan nakes, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan mengurangi biaya penanganan komplikasi akibat paparan darah.

Leave a Comment