Kota Kendari Diterjang Banjir – 2 Warga Tewas
Jakarta, 12 Mei 2026
Kota Kendari Diterjang Banjir – Kota Kendari di Sulawesi Tenggara kembali mengalami bencana banjir yang cukup parah pada Jumat, 8 Mei 2026. Bencana ini berdampak signifikan terhadap warga sekitar, dengan dua korban jiwa tercatat dan ribuan orang terkena dampak langsung. Dalam pernyataan resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kondisi Kota Kendari terus menjadi sorotan karena intensitas air yang meluap dari sungai dan drainase setempat.
Detail Kerusakan dan Dampak
Banjir di Kota Kendari mengakibatkan 797 unit rumah terendam air, tersebar di 16 kelurahan yang berada di tujuh kecamatan. Menurut Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, bencana ini menyebabkan kerusakan infrastruktur dan gangguan pada kehidupan masyarakat. Selain dua korban meninggal, sekitar 3.517 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. BPBD setempat sedang berupaya maksimal untuk mengendalikan situasi.
Banjir yang terjadi pada 8 Mei 2026 tersebut terjadi akibat curah hujan tinggi yang melanda daerah tersebut sejak beberapa hari sebelumnya. Fenomena ini membuat saluran drainase tidak mampu menampung air yang mengalir, sehingga terjadi genangan yang meluas ke jalanan dan permukiman warga. Wilayah yang paling terparah termasuk Kecamatan Manggala, Andowia, dan Wolowani, yang menjadi pusat perhatian pihak berwenang.
Upaya Penanggulangan dan Pemulihan
Selama banjir mengalami surut, BPBD Kota Kendari terus memantau perkembangan situasi serta mengevaluasi kebutuhan masyarakat. Tim relawan dan satuan tugas gabungan melakukan pembersihan sisa-sisa lumpur dan sampah yang menghambat proses pemulihan. Pemkot Kendari juga berupaya mengkoordinasikan bantuan logistik dan tempat pengungsian bagi warga yang terdampak.
Dalam upayanya mempercepat pemulihan, pihak berwenang menyiapkan beberapa titik pengungsian sementara di pusat perbelanjaan dan gedung-gedung milik pemerintah. Petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap ketersediaan air bersih, makanan, dan perlengkapan kebutuhan sehari-hari. Meski kondisi banjir sedang surut, risiko banjir kembali masih menjadi ancaman, terutama jika cuaca tidak membaik dalam beberapa hari ke depan.
Pelajaran dan Upaya Mitigasi
Bencana banjir Kota Kendari menjadi momentum untuk mengevaluasi sistem penanggulangan bencana lokal. Menteri Pangan dan Kementerian Perhubungan memberikan dukungan untuk mengurangi dampak ekonomi dan transportasi akibat bencana. Sementara itu, warga Kota Kendari menunjukkan ketangguhan dengan mengambil langkah darurat seperti membangun embung sementara di lingkungan mereka sendiri.
Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menargetkan peningkatan kapasitas drainase selama musim hujan. Penyebab utama banjir kali ini dikaitkan dengan intensitas curah hujan yang melampaui kapasitas saluran air. Perluasan permukiman di daerah dataran rendah dan kurangnya persiapan antisipasi bencana juga menjadi faktor penting yang diperbaiki dalam jangka panjang.
Kondisi Saat Ini dan Proyeksi
Hingga Selasa, 12 Mei 2026, kondisi Kota Kendari terus dipantau. Kebutuhan warga terdampak terutama berupa bantuan makanan, peralatan bersih, dan kebutuhan pangan masih menjadi fokus pemerintah setempat. BNPB dan BPBD terus mengirimkan tim evaluasi untuk menilai tingkat kerusakan dan menetapkan langkah-langkah penyelamatan lebih lanjut.
Dengan sumber daya alam yang terbatas, pemulihan Kota Kendari membutuhkan waktu. Pemerintah provinsi dan kabupaten berkomitmen untuk mempercepat proses rehabilitasi dan membangun sistem peringatan dini banjir. Kota Kendari Diterjang Banjir pada 8 Mei 2026 menjadi pengingat bahwa persiapan dan respons cepat sangat penting dalam menghadapi bencana alam.
