Strategi Mengoptimalkan Modal dari Kenaikan Emas di Kuartal III 2026
Partaiberita.com – Ekonomi Indonesia tengah menunjukkan ketahanan yang mengesankan di kuartal ketiga tahun ini. Standard & Poor’s (S&P), lembaga pemeringkat kredibel internasional, baru saja memutuskan untuk mempertahankan peringkat kredit negara kita di level BBB dengan outlook yang stabil. Keputusan ini didorong oleh permintaan domestik yang kuat serta aktivitas investasi yang terus mengalami peningkatan signifikan.
Di sisi lain, ketidakpastian geopolitik global yang masih berlanjut telah memicu lonjakan harga komoditas safe haven. Emas perhiasan dan logam mulia menjadi salah satu kontributor utama inflasi inti nasional pada pertengahan tahun ini. Situasi kenaikan harga emas ke level tertinggi sepanjang sejarah ini bertepatan dengan periode evaluasi kinerja keuangan Semester I bagi para pelaku usaha.
Tantangan Likuiditas bagi Pengusaha dan HNWI
Banyak pemilik bisnis dan kalangan High Net Worth Individuals (HNWI) kini dihadapkan pada tantangan untuk mengoptimalkan portofolio investasi mereka guna mengamankan modal kerja tambahan pada paruh kedua tahun 2026, tanpa harus kehilangan momentum pertumbuhan nilai dari aset-aset fisik premium yang mereka miliki.
Dalam manajemen kekayaan modern, menjual aset yang nilainya sedang menguat secara konsisten dinilai kurang taktis. Emas dan jam tangan mewah Swiss dari manufaktur seperti Patek Philippe, Audemars Piguet, atau Rolex berbahan emas kuning maupun rose gold merupakan aset yang memiliki ketahanan luar biasa terhadap inflasi. Menjualnya demi kebutuhan likuiditas jangka pendek berarti melepaskan potensi keuntungan finansial jangka panjang.
Solusi Pendanaan Berbasis Aset
Direktur Lesca Gadai Premier Bastian Purnama menjelaskan bahwa kuartal ketiga tahun 2026 ini menjadi momentum krusial bagi para nasabah premium untuk menyikapi kenaikan harga instrumen safe haven.
“Kenaikan harga emas perhiasan dan logam mulia di pasar global saat ini adalah kesempatan emas bagi para kolektor dan pengusaha. Melalui skema pendanaan berbasis aset (asset-backed lending) yang kami tawarkan, mereka dapat memanfaatkan nilai laten dari koleksi premium tersebut secara maksimal,” katanya dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Skema pendanaan berbasis aset yang ditawarkan Lesca Gadai Premier memungkinkan para pemilik aset premium untuk mengakses likuiditas tanpa harus menjual koleksi mereka. Hal ini menjadi solusi ideal bagi mereka yang ingin memanfaatkan kenaikan harga emas sebagai sumber modal kerja tambahan.

