Tak Gratis, Thariq Halilintar Bayar Rp 170 Juta ke Hanania Travel Buat Umrah
What Happened During: Pemeriksaan terkait dugaan penggelapan dana di Hanania Travel kembali mencuri perhatian publik, terutama setelah pasangan Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid mengungkap bahwa perjalanan umrah mereka beberapa bulan lalu tidak dilakukan secara gratis. Melalui kuasa hukumnya, Sangun Ragahdo, mereka menjelaskan bahwa keseluruhan biaya untuk rombongan delapan orang yang ikut serta dalam trip tersebut dibayar secara penuh oleh mereka, termasuk anggota keluarga dan tim tambahan.
Latar Belakang Kasus Hanania Travel
Kasus Hanania Travel yang tengah diselidiki Polda Metro Jaya terkait dengan dugaan penggelapan dana dari jemaah umrah. Dalam pemeriksaan, Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid menjadi saksi yang dibawa untuk memberikan klarifikasi terhadap keterlibatan mereka. Menurut Sangun, Thariq dan Aaliyah tidak hanya menanggung biaya perjalanan, tetapi juga menjalani skema kerja sama berupa pertukaran jasa, di mana mereka diwajibkan mempromosikan layanan perusahaan tersebut melalui media sosial.
“Kami tidak mengambil keuntungan ekstra dari perjalanan umrah tersebut. Justru, yang kami bayar justru lebih besar dari ongkos keberangkatan,” kata Sangun, yang mengungkapkan bahwa Thariq dan Aaliyah sudah beberapa kali ditawar oleh Hanania Travel untuk melakukan kerja sama.
Detail Pembayaran dan Perjalanan Umrah
Biaya yang dibayarkan Thariq mencapai sekitar Rp170 juta, yang mencakup berbagai fasilitas seperti makan, mutawif, dan layanan tambahan selama perjalanan. Sangun menjelaskan bahwa keseluruhan dana tersebut dikeluarkan secara mandiri oleh pasangan selebriti tersebut, tanpa ada keraguan mengenai kejujuran dalam pembayaran. “Kami beri bukti transfer dan invoice secara lengkap, termasuk pelunasan biaya untuk anggota rombongan lain,” tambahnya.
Dalam pemeriksaan, Thariq dan Aaliyah juga memberikan pernyataan bahwa mereka tidak mengetahui adanya kecurangan hingga saat ini. Namun, mereka mengakui bahwa perusahaan Hanania Travel dikenal sebagai penyelenggara umrah yang memiliki reputasi baik sebelumnya. Pernyataan ini menjadi penting karena banyak jemaah yang terlibat dalam kasus ini mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.
“What Happened During umrah kami tidak ada yang terasa aneh. Justru, kami memberi kepercayaan lebih besar kepada mereka karena reputasinya baik,” ungkap Thariq, yang menyatakan bahwa keseluruhan biaya umrah dianggap adil dan sesuai dengan layanan yang diberikan.
Thariq juga menyoroti kerugian yang dialami ribuan jemaah, di mana Direktur Utama Hanania Group, Ahmad Syah Farhan, disangka melakukan penggelapan dana. Ia menegaskan bahwa kontribusi keuangan yang dibayarkan tidak sebanding dengan penderitaan yang dialami para korban. “What Happened During perjalanan umrah mereka, saya rasa masih bisa diperbaiki, tapi kerugian jemaah jauh lebih besar,” lanjut Thariq, yang ingin kasus ini menjadi pembelajaran bagi konsumen.
Dalam perjalanan umrah yang diikuti oleh delapan orang, Thariq dan Aaliyah menyebutkan bahwa mereka tidak mendapatkan manfaat ekstra. Mereka bahkan menolak tawaran gratis dari Hanania Travel karena ingin memastikan transparansi dalam pembayaran. “Kami memilih membayar karena ingin kepercayaan yang jelas,” jelas Sangun, yang menekankan bahwa pasangan tersebut tetap menjalankan tanggung jawab sebagai mitra.
