Economy

New Policy: 3 Proyek Sampah Jadi Listrik Danantara Jadi PSN

3 Proyek Sampah Jadi Listrik Ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional

New Policy – Badan Usaha Nasional (BUPP) meluncurkan New Policy yang menetapkan tiga proyek konversi sampah menjadi energi listrik sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) pada tahun 2025. Pengumuman ini bertujuan mengakselerasi pembangunan infrastruktur pengolahan sampah sekaligus mengurangi ketergantungan pada Tempat Penyimpanan Sampah (TPA) yang mengakibatkan masalah polusi dan penggunaan lahan. Keputusan ini ditandatangani melalui Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025 dan didukung oleh Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 yang menekankan percepatan transformasi ekonomi berkelanjutan melalui New Policy ini.

Latar Belakang dan Tujuan New Policy

Dalam New Policy yang diperkenalkan, pemerintah mengakui bahwa pengelolaan sampah di Indonesia masih menjadi tantangan besar. Ketiga proyek yang dipilih—berlokasi di Kota Bekasi, Bogor Raya, dan Denpasar Raya—dirancang sebagai uji coba nasional untuk mengubah limbah menjadi sumber energi. Tujuan utama dari New Policy ini adalah meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah, mengurangi emisi karbon, serta mendorong pengembangan ekonomi hijau. Selain itu, kebijakan ini juga bertujuan mempercepat pencapaian target nasional pengurangan sampah yang tidak terpakai hingga 2030.

Proyek ini menggabungkan teknologi pengolahan sampah yang berbeda, mulai dari penggunaan biogas hingga pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa). Dengan mengintegrasikan berbagai metode, pemerintah berharap menciptakan solusi yang lebih komprehensif untuk menghadapi krisis lingkungan. New Policy juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam mendorong inisiatif pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Implementasi proyek ini akan diawasi oleh Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) yang berperan sebagai pengarah kebijakan nasional.

Peran PT Danantara dalam New Policy

PT Danantara Investment Management (DIM) dan anak usahannya, PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), menjadi salah satu pelaku utama dalam New Policy ini. Perusahaan ini secara khusus dibentuk untuk mengembangkan platform nasional pengolahan sampah menjadi energi listrik. Dalam pernyataannya, CEO DIM, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa status PSN mencerminkan komitmen pemerintah untuk mempercepat transformasi ekonomi berbasis sumber daya daur ulang.

“Melalui Denera, kami berharap dapat mempercepat terwujudnya ekosistem Waste-to-Energy yang berkontribusi pada solusi jangka panjang untuk tantangan pengelolaan sampah di Indonesia,” kata Pandu dalam pernyataan resmi, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Dengan dukungan New Policy, PT Danantara akan fokus pada pengembangan teknologi, pengelolaan investasi, dan kerja sama lintas sektor. Proyek ini diharapkan menjadi model bagi kota-kota lain untuk meniru, sehingga mendorong adopsi New Policy secara lebih luas. Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif berupa dukungan finansial dan regulasi yang lebih fleksibel untuk memastikan kelancaran penerapan kebijakan ini.

Proses implementasi akan dilakukan oleh Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) yang ditunjuk sebagai pelaksana langsung. BUPP diharapkan mampu mengoptimalkan kebijakan New Policy melalui peningkatan kapasitas pengolahan sampah, pemanfaatan sumber daya lokal, dan pengurangan biaya operasional. Kebijakan ini juga mengintegrasikan isu lingkungan dengan pertumbuhan ekonomi, sehingga menciptakan keseimbangan antara keberlanjutan dan keuntungan ekonomi.

Kebijakan New Policy ini merupakan langkah penting dalam mendukung visi Indonesia menuju ekonomi circular. Dengan tiga proyek yang ditetapkan sebagai PSN, pemerintah mencoba membuka jalan bagi investasi besar dalam bidang energi terbarukan. Selain itu, kebijakan ini juga menjadi dasar untuk mengevaluasi proyek serupa di masa depan, dengan target mengembangkan minimal 10 proyek tambahan dalam lima tahun ke depan. Dengan dukungan New Policy, prospek pengelolaan sampah di Indonesia semakin cerah, dan ekosistem Waste-to-Energy bisa tumbuh secara signifikan.

Leave a Comment