New Policy: Danantara Restui Telkom Lepas AdMedika
New Policy – Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan fokus bisnis, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) secara resmi mengumumkan dukungan atas kebijakan baru yang mempercepat proses divestasi saham kelompok perusahaan AdMedika. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi pengoptimalan portofolio perusahaan pelat merah, khususnya dalam bidang kesehatan. Kemitraan antara PT Multimedia Nusantara (TelkomMetra), unit usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, dan Fullerton Health menjadi poin penting dalam penerapan kebijakan baru ini, yang bertujuan menyelaraskan kepentingan antara pemegang saham dan sektor usaha yang dijalankan. Dengan mengumumkan persetujuan atas transaksi penjualan seluruh saham PT Administrasi Medika (AdMedika) dan anak perusahaan TelkoMedika, Danantara menegaskan komitmen untuk membangun entitas bisnis yang lebih kompetitif secara global.
Background of AdMedika
AdMedika, yang merupakan bagian dari kelompok usaha Telkom Indonesia, telah beroperasi dalam bidang layanan kesehatan digital selama beberapa tahun. Perusahaan ini berperan dalam mengelola layanan telemedicine, e-pharmacy, dan sistem administrasi kesehatan bagi masyarakat. Sebagai bagian dari kebijakan baru, penjualan saham AdMedika dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat fokus bisnis Telkom Indonesia pada sektor-sektor prioritas, seperti telekomunikasi dan teknologi informasi. Kebijakan ini juga membuka peluang bagi investasi baru dalam bidang kesehatan digital, yang saat ini sedang menjadi tren global.
Details of the Divestment Process
Proses divestasi AdMedika melibatkan penjualan seluruh saham kepada Fullerton Health, perusahaan kesehatan internasional yang memiliki pengalaman luas dalam manajemen layanan medis. Kesepakatan ini diumumkan pada Rabu (3/6/2026), dan akan berdampak signifikan pada struktur keuangan Telkom Indonesia. Kebijakan baru ini tidak hanya mengefektifkan redistribusi sumber daya, tetapi juga membuka jalan bagi pengembangan bisnis yang lebih fokus dan berkelanjutan. Setyanto Hantoro, Managing Director Business-2 di PT Danantara Asset Management, menjelaskan bahwa kebijakan ini menjadi bagian dari rencana jangka panjang untuk menyesuaikan portofolio perusahaan dengan kebutuhan pasar yang terus berubah.
“Kebijakan baru ini sejalan dengan agenda transformasi yang tengah didorong Danantara, yakni untuk membangun perusahaan pelat merah yang lebih kompetitif secara global, sehat, dan fokus pada bisnis inti,” kata Setyanto dalam keterangan resmi. Ia menambahkan bahwa penyelarasan strategi ini akan membantu Telkom Indonesia mengurangi beban operasional dan meningkatkan kinerja keuangan secara keseluruhan.
Dengan mengimplementasikan kebijakan baru ini, Telkom Indonesia diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan dinamika pasar yang semakin kompetitif. AdMedika dan anak perusahaan TelkoMedika akan menjadi bagian dari portofolio investasi Fullerton Health, yang akan mengelola bisnis tersebut secara mandiri. Kebijakan ini juga mencerminkan upaya Danantara dalam menciptakan ekosistem bisnis yang lebih dinamis, dengan mengalihkan fokus pada sektor-sektor yang memiliki potensi pertumbuhan lebih besar. Kebijakan baru ini menjadi langkah penting dalam menata ulang struktur bisnis dan memperkuat keberlanjutan operasional perusahaan.
Persetujuan Danantara atas kebijakan baru ini juga memperkuat komitmen pemerintah dalam mengoptimalkan peran BUMN. Kebijakan ini sejalan dengan prinsip reorientasi bisnis perusahaan pelat merah, yang sebelumnya diusulkan dalam beberapa tahun terakhir. Dengan mempercepat proses divestasi, Telkom Indonesia diharapkan dapat fokus pada inovasi dan ekspansi dalam bidang telekomunikasi, sekaligus meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan modal. Kebijakan baru ini juga memberikan ruang bagi pengusaha swasta atau investor asing untuk berpartisipasi dalam sektor kesehatan digital, yang dianggap sebagai bagian dari ekonomi digital Indonesia.
