Economy

OVO Finansial Perkuat Literasi Keuangan Mahasiswa UNS Lewat Moneyfetasi

OVO Finansial Tingkatkan Pemahaman Keuangan Mahasiswa UNS via Moneyfetasi

OVO Finansial Perkuat Literasi Keuangan Mahasiswa – Dalam upaya meningkatkan kesadaran keuangan dan memperkuat literasi finansial di kalangan generasi muda, OVO Finansial aktif mengadakan program Moneyfetasi di berbagai kampus, termasuk Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen OVO Finansial untuk mengajarkan pengelolaan keuangan secara efektif kepada mahasiswa, terutama di tengah tren penggunaan layanan digital yang semakin meningkat. Melalui Moneyfetasi, OVO Finansial menawarkan wawasan terkini tentang risiko dan manfaat keuangan digital, serta membekali peserta dengan keterampilan praktis untuk mengambil keputusan keuangan yang lebih bijak. Pada Rabu, 20 Mei 2026, acara ini diadakan di UNS dengan tema “Fintech untuk Masa Depan: Membangun Literasi dan Keamanan Pendanaan Digital Generasi Muda,” sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kampus Fintech Academy yang dimulai di Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) sejak awal Mei lalu. OVO Finansial Perkuat Literasi Keuangan menjadi fokus utama dalam menghadirkan pendekatan edukatif yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.

Struktur Program dan Tujuan Utama

Moneyfetasi di UNS dirancang dengan struktur yang komprehensif, mencakup sesi pemahaman dasar keuangan digital, keterampilan manajemen dana, serta analisis risiko keuangan. Acara ini dirangkaikan dengan diskusi panel yang melibatkan para ahli dari sektor fintech dan pendidikan keuangan, serta praktisi keuangan yang berpengalaman. OVO Finansial Perkuat Literasi Keuangan bukan hanya untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang teknologi keuangan, tetapi juga untuk membangun kesadaran mereka tentang pentingnya proteksi finansial digital. Tujuan ini sangat relevan, karena menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sekitar 48,65 persen dana macet dalam pinjaman daring didominasi oleh pengguna usia 19 hingga 34 tahun, sebagian besar dari kalangan mahasiswa.

Dalam sesi pembuka, Direktur Utama OVO Finansial, Riady Nata, menekankan bahwa kemudahan akses ke layanan finansial digital menjadi alasan utama tingginya penggunaan platform tersebut oleh generasi muda. Namun, menurutnya, OVO Finansial Perkuat Literasi Keuangan diperlukan untuk memastikan bahwa penggunaan teknologi tidak mengurangi kehati-hatian dalam mengelola uang. “Mahasiswa sering kali tergiur oleh kemudahan layanan online, tetapi mereka perlu memahami cara penggunaan yang benar agar menghindari risiko penipuan atau kesalahan investasi,” tambah Riady, dalam wawancara terpisah. OVO Finansial berupaya memberikan edukasi yang praktis dan relevan, dengan fokus pada keamanan dana digital serta pengelolaan uang yang lebih cerdas.

Keterlibatan Mahasiswa dan Kolaborasi dengan Institusi Pendidikan

Kegiatan Moneyfetasi di UNS menarik partisipasi lebih dari 500 mahasiswa dari berbagai fakultas, dengan berbagai tingkat pengalaman keuangan. Selain OVO Finansial, acara ini juga didukung oleh beberapa lembaga pendidikan, seperti Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS, serta kampus lain yang tergabung dalam jaringan iNews Media Group Campus Connect. Kolaborasi ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari praktisi dan ahli fintech, serta menerima saran yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. OVO Finansial Perkuat Literasi Keuangan tidak hanya berupa penyampaian informasi, tetapi juga diskusi interaktif yang memicu pertanyaan dan pemahaman lebih dalam.

Salah satu topik utama yang dibahas adalah manajemen keuangan pribadi dalam era digital, termasuk cara menilai kebutuhan finansial, membuat rencana tabungan, dan menghindari kerugian akibat investasi yang tidak teruji. Para peserta diajarkan untuk mengenali berbagai jenis produk keuangan, seperti reksa dana, pinjaman online, dan aplikasi pembayaran, serta bagaimana memilih yang paling sesuai dengan kondisi keuangan mereka. Dalam sesi diskusi, seorang perwakilan dari OJK menjelaskan bahwa tingkat literasi keuangan di Indonesia masih tergolong rendah, terutama di kalangan muda, sehingga kegiatan seperti Moneyfetasi menjadi langkah penting untuk menutup kesenjangan tersebut.

Hasil dan Impak kegiatan

Kegiatan Moneyfetasi di UNS tidak hanya menimbulkan respon positif dari mahasiswa, tetapi juga menjadi acuan bagi lembaga keuangan lain dalam memperluas pendidikan finansial. Banyak peserta menyampaikan bahwa acara ini memberikan gambaran yang jelas tentang bahaya keuangan digital, seperti penipuan siber atau kehilangan data pribadi. “Saya merasa terbantu setelah mengikuti sesi ini, karena sekarang saya lebih paham cara mengelola dana secara terencana,” kata salah satu peserta, Aria, mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi UNS. OVO Finansial Perkuat Literasi Keuangan menjadi pendekatan yang konsisten, karena perusahaan ini telah lama mengembangkan program edukasi keuangan di berbagai tingkatan, mulai dari sekolah dasar hingga kampus.

Pelaksanaan kegiatan ini juga didukung oleh beberapa inisiatif pendidikan keuangan lain, seperti bimbingan konsultasi finansial online dan pelatihan penggunaan aplikasi keuangan. OVO Finansial menilai bahwa literasi keuangan digital adalah kunci untuk mengurangi risiko keuangan di masa depan, terutama di tengah pertumbuhan layanan fintech yang pesat. Dengan menargetkan mahasiswa sebagai kelompok yang paling rentan terhadap risiko keuangan digital, OVO Finansial Perkuat Literasi Keuangan diharapkan mampu membentuk pola pikir yang lebih matang tentang pengelolaan uang, serta menciptakan masyarakat yang lebih berwawasan finansial.

Langkah Selanjutnya dan Harapan

Setelah kegiatan di UNS, OVO Finansial berencana mengadakan Moneyfetasi di kampus-kampus lain di Jawa Tengah, seperti Universitas Sebelas Maret dan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Hal ini untuk memperluas jangkauan pendidikan keuangan digital, serta menjangkau lebih banyak generasi muda yang memiliki potensi penggunaan teknologi finansial. OVO Finansial Perkuat Literasi Keuangan akan terus dijalankan sebagai program rutin, dengan dukungan dari pihak kampus dan berbagai mitra finansial. “Kita perlu memastikan bahwa setiap mahasiswa memiliki kemampuan mengelola dana secara efektif, sebelum mereka memasuki dunia kerja,” kata salah satu panelis, Siti Hidayati, ahli ekonomi keuangan. Acara ini juga menjadi wahana untuk mengukur tingkat kesadaran keuangan calon profesional dan memperbaiki sistem edukasi finansial di Indonesia.

Leave a Comment