Economy

Special Plan: Desa BRILiaN Ketapanrame, Bukti Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal

Table of Contents
  1. Desa BRILiaN Ketapanrame, Bukti Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal
  2. Implementasi Strategis Special Plan di Desa Ketapanrame

Desa BRILiaN Ketapanrame, Bukti Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal

Special Plan – Kota Mojokerto menjadi salah satu contoh nyata keberhasilan Special Plan dalam membangun desa dengan memanfaatkan potensi lokal. Desa Ketapanrame, yang termasuk dalam program BRILiaN oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sejak 2021, berhasil mengubah identitasnya menjadi destinasi wisata unggul yang memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat. Dukungan dari berbagai sektor, seperti pariwisata, inovasi produk, dan pengelolaan usaha desa secara terpadu, menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kesejahteraan warga. Program BRILiaN menghadirkan strategi yang berfokus pada penguatan kepemimpinan, tata kelola, kolaborasi, dan digitalisasi, sehingga mendorong terbentuknya desa yang mandiri dan berkelanjutan.

Implementasi Strategis Special Plan di Desa Ketapanrame

Kerja sama antara pemerintah desa, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan masyarakat menjadi pilar utama dalam pengembangan desa Ketapanrame. Sebagai bagian dari Special Plan, desa ini mengintegrasikan lima unit usaha strategis, yaitu pengelolaan air minum, kios dan kandang ternak, pengembangan wisata, kebersihan lingkungan, serta permodalan dan kemitraan. Sinergi antara Dana Desa, PADes, dan sumber daya lokal memungkinkan desa ini mengoptimalkan potensi alam, budaya, serta sumber daya manusia. Salah satu keberhasilan program ini adalah pembangunan Wisata Sawah Sumber Gempong, yang mengubah area Taman Ghanjaran atas Tanah Kas Desa menjadi lokasi wisata alam yang diminati.

Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi, desa ini menggali potensi sumber daya alam seperti sawah terasering dan sumber mata air alami. Wisata sawah tidak hanya menarik pengunjung lokal, tetapi juga menjadi ajang promosi produk pertanian lokal. Selain itu, desa juga mengembangkan destinasi lain seperti Air Terjun Dlundung, Camping Ground Dlundung, wisata religi Ka’bah, dan kawasan kuliner yang menunjang pendapatan masyarakat. Melalui Special Plan, desa ini menunjukkan bahwa pemberdayaan ekonomi tidak harus bergantung pada ekspor atau investasi luar, tetapi bisa melalui pengembangan potensi dalam.

“Program BRILiaN memberi kami alat untuk mengubah desa yang pernah terlupakan menjadi tempat yang menarik dan memberikan manfaat ekonomi jangka panjang,” ujar salah satu pengurus BUMDes Ketapanrame.

Kerja sama dengan BUMDes juga memperkuat model pengelolaan yang terpadu. Unit usaha strategis ini dioperasikan dengan sistem yang transparan, di mana hasil usaha langsung berdampak pada pendapatan warga. Misalnya, pengelolaan air minum berbasis kemitraan mengurangi ketergantungan pada pihak luar, sementara pengembangan wisata religi Ka’bah meningkatkan keberlanjutan ekonomi melalui pengelolaan yang profesional. Selain itu, desa ini juga menggarap komoditas pertanian seperti kopi Arabica dan Robusta serta jeruk Nagami untuk diolah menjadi produk bernilai tambah, seperti cookies kopi, cascara, selai, sirup, puding, dan aneka makanan khas.

Keterlibatan masyarakat dalam setiap aspek pembangunan menjadi jaminan keberhasilan Special Plan. Keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan destinasi wisata dan pengembangan usaha lokal memastikan keberlanjutan program. Sementara itu, inisiatif digitalisasi membuka peluang pemasaran yang lebih luas, baik secara lokal maupun nasional. Pemanfaatan teknologi dalam promosi desa dan pendokumentasian potensi lokal membantu menjangkau lebih banyak pelaku usaha dan pengunjung. Hal ini menunjukkan bahwa Special Plan tidak hanya tentang fisik, tetapi juga tentang perubahan mindset dan kolaborasi.

Transformasi ekonomi desa Ketapanrame mencerminkan bagaimana Special Plan bisa menjadi pemicu perubahan positif. Desa ini menjadi contoh bagus bahwa pemberdayaan ekonomi bisa dimulai dari lokal, dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Hasilnya, masyarakat lebih memiliki kepercayaan diri untuk mengembangkan usaha mereka, sekaligus memperkuat identitas desa sebagai destinasi unggul. Dengan terus mengeksplorasi potensi lokal, desa Ketapanrame diharapkan menjadi model bagi desa-desa lain yang ingin menerapkan Special Plan dengan konsep serupa.

Leave a Comment