Geng Motor Bacok Pemotor di Flyover Cibodas Tangerang, 3 Pelaku Ditangkap!
Geng Motor Bacok Pemotor di Flyover – Sebuah aksi kekerasan oleh geng motor terjadi di Flyover Cibodas, Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten, pada Jumat, 22 Mei 2026. Dua pengendara sepeda motor, SH dan DR, menjadi korban penyerangan dari kelompok geng motor yang diduga menginginkan perbedaan konflik yang berlangsung sebelumnya. Peristiwa ini memperlihatkan tindakan brutal dari para pelaku yang mengejar korban hingga mereka terjebak di area Flyover. Tiga orang pelaku berhasil ditangkap oleh petugas kepolisian, dengan nama-nama MH, DP, dan GR. Kapolres Metro Tangerang Kota, Raden Muhammad Jauhari, mengungkap bahwa operasi penangkapan dilakukan secara terencana dan tidak terburu-buru.
Detail Kejadian dan Lokasi
Kasus geng motor bacok pemotor di Flyover Cibodas terjadi pada pukul 14.30 WIB, saat SH dan DR sedang berusaha melewati jembatan layang tersebut. Sebelumnya, mereka sempat terlibat pertengkaran dengan kelompok motor lain di kawasan Cimone, Jakarta. Konflik tersebut berawal dari perselisihan terkait kecepatan berkendara dan dianggap sebagai perangkat untuk memicu aksi pembacokan. Setelah terjadi perbedaan, para pelaku geng motor justru mengambil keuntungan dari situasi tersebut untuk mengejar korban. Aksi ini memicu kepanikan di antara pengguna jalan dan menyebabkan lalu lintas terganggu selama beberapa jam.
Proses Penangkapan dan Penyelidikan
Berdasarkan keterangan dari Kapolres Metro Tangerang Kota, Raden Muhammad Jauhari, tiga pelaku geng motor bacok pemotor di Flyover Cibodas ditangkap di lokasi yang berbeda. MH, DP, dan GR masing-masing diketahui sebagai anggota geng yang bertindak bersama. Menurut Jauhari, operasi penangkapan berlangsung setelah tim investigasi memperoleh informasi mengenai identitas dan aktivitas para pelaku. “Kami melakukan penyelidikan secara intensif, karena aksi geng motor ini tidak hanya menimbulkan kejadian kekerasan, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya,” jelasnya dalam jumpa pers di hari Selasa, 25 Mei 2026.
“Ketiga pelaku masing-masing berinisial MH, DP, dan GR berhasil diamankan di tempat berbeda,” tambah Jauhari, Senin (25/5/2026). “Kami masih terus mengumpulkan bukti untuk memastikan semua pihak terlibat dalam kejadian tersebut.”
Dalam penyelidikan lebih lanjut, polisi menemukan bukti bahwa para pelaku geng motor telah merencanakan aksi tersebut secara matang. Mereka menggunakan sepeda motor dengan perlengkapan khusus, seperti helm dan rantai pengaman, untuk menutupi identitas mereka. Aksi bacokan terjadi ketika korban tidak bisa menghindari serangan karena terjebak di Flyover yang tidak memiliki jalan keluar. “Geng motor ini sudah sering melakukan kekerasan di kawasan sekitar, termasuk di Flyover Cibodas,” kata Jauhari. “Kami berupaya memastikan bahwa kasus ini tidak terulang kembali.”
Setelah ditangkap, para pelaku geng motor bacok pemotor di Flyover Cibodas diperiksa lebih lanjut oleh polisi. MH, DP, dan GR dijerat dengan pasal berbagai kejahatan, termasuk penganiayaan dan tindakan kekerasan. Kapolres menegaskan bahwa penangkapan ini merupakan langkah awal untuk menuntut pelaku hukum. “Kami masih memburu anggota geng lainnya yang kemungkinan terlibat dalam peristiwa ini,” lanjut Jauhari. “Kasus geng motor bacok pemotor di Flyover Cibodas akan menjadi contoh bagaimana kita menangani tindakan kekerasan di kota.”
Kejadian geng motor bacok pemotor di Flyover Cibodas menimbulkan respons cepat dari warga sekitar. Banyak pengendara motor yang menyatakan kekecewaan terhadap aksi kekerasan yang terjadi di jalan raya. “Kami harap kasus ini menjadi peringatan bagi para geng motor lainnya,” ujar salah satu warga yang mengakui kejadian tersebut. Polisi juga berharap masyarakat melaporkan tindakan serupa agar bisa dicegah lebih dini. “Kami menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk menjaga keamanan di area Flyover,” imbuh Jauhari.
