Yusril Serukan Hindari Sayembara Tangkap Begal, Takut Warga Main Hakim Sendiri
Khawatir Terhadap Kondisi Ekonomi
Partaiberita.com – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, menyampaikan kekhawatirannya terkait adanya insentif finansial yang ditawarkan dalam program penangkapan pelaku kejahatan jalanan. Menurutnya, situasi perekonomian yang sedang tidak stabil saat ini akan semakin mendorong warga untuk ikut serta dalam upaya tersebut.
Yusril menjelaskan bahwa tawaran hadiah berupa uang tunai, misalnya sebesar Rp10 juta atau Rp5 juta, akan membuat masyarakat menjadi lebih agresif. Banyak orang yang siap membawa senjata tajam maupun tumpul untuk berjaga-jaga demi mendapatkan imbalan tersebut.
Respons Terhadap Program Gubernur Jawa Barat
Imbauan ini disampaikan sebagai tanggapan atas inisiatif Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menggelar sayembara dengan hadiah bernilai jutaan rupiah bagi siapa saja yang berhasil menangkap begal. Yusril menyampaikan pesan hormat kepada sang gubernur agar tidak melanjutkan program serupa.
“Jadi kalau saya boleh menyampaikan nasihat dengan segala hormat kepada Pak Gubernur Jawa Barat, sebaiknya jangan membuka sayembara seperti ini, karena khawatir nanti mendorong masyarakat jadi main hakim sendiri,” kata Yusril kepada wartawan yang dikutip Sabtu (25/7/2026).
Risiko Salah Tangkap
Salah satu kekhawatiran utama yang diungkapkan adalah kemungkinan terjadinya kesalahan identifikasi. Orang yang sebenarnya bukan pelaku kejahatan bisa saja dipukul atau ditindak karena dianggap sebagai begal oleh masyarakat yang sedang berburu hadiah.
“Jadi pendapat saya, kalau sayembara seperti itu sebaiknya jangan dilakukan karena akan memancing masyarakat, apalagi dalam kondisi ekonomi yang sulit ya, dikasih misalnya Rp10 juta, Rp5 juta, orang sudah siap pasang golok dan bawa pentungan jaga-jaga nih. Khawatirnya nanti orang yang bukan begal malah dipentung dianggap begal, kan begitu,” ujarnya.

