News

Latest Program: Presiden Iran Dikabarkan Mundur karena Konflik dengan IRGC, Begini Faktanya!

Presiden Iran Dikabarkan Mundur dalam Latest Program, Faktanya!

Latest Program – Dalam Latest Program terbaru, beredar kabar bahwa Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, sedang mempertimbangkan untuk mengundurkan diri setelah konflik intens dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) terus memanas. Informasi ini diungkapkan oleh media oposisi Iran International, yang berbasis di London, pada 31 Mei 2026. Laporan tersebut menyebut bahwa Pezeshkian mengirim surat ke Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, sebagai langkah untuk menyatakan pensiun dari jabatannya. Meskipun belum ada konfirmasi resmi, berita ini memicu perdebatan serius di tengah masyarakat dan kalangan politik.

Konflik Internal Memicu Pertimbangan Mundur

Konflik antara Presiden Iran dengan IRGC terungkap dalam beberapa bulan terakhir, terutama terkait kebijakan luar negeri dan reformasi ekonomi yang dilakukan Pezeshkian. Korps Garda Revolusi Islam, yang merupakan militer utama Iran dan memiliki pengaruh besar dalam politik nasional, dikabarkan menolak keputusan pemerintah yang dianggap bertentangan dengan prinsip-prinsip revolusioner. Menurut sumber yang tidak menyebutkan namanya, surat yang dikirim Pezeshkian menunjukkan ketidakpuasan terhadap pengambilan keputusan yang dianggap terlalu terbuka terhadap kekuatan militer.

“Saya tidak lagi memiliki ruang yang cukup untuk menjalankan pemerintahan maupun memenuhi tanggung jawab sebagai presiden,” ungkap Pezeshkian dalam laporan tersebut.

Perdebatan mengenai kekuasaan antara lembaga eksekutif dan militer kian memuncak, terutama setelah Pezeshkian menyetujui rancangan perjanjian dagang dengan negara-negara Barat. IRGC menganggap kebijakan ini melemahkan pengaruh Islam Revolusioner dan mengancam kestabilan pemerintahan. Konflik ini mencerminkan ketegangan internal yang berlangsung dalam sistem politik Iran, di mana kekuasaan diantara institusi otoritas religius dan kekuatan militer sering kali bersaing.

Reaksi Pemerintah Iran dan Media

Pemerintah Iran langsung membantah kabar pengunduran diri Presiden Pezeshkian. Tasnim News Agency, yang berafiliasi dengan IRGC, melaporkan bahwa Pezeshkian tetap menjalankan tugasnya sebagai kepala negara dan tidak mengajukan pengunduran diri. Seyed Mehdi Tabatabaei, Wakil Kepala Komunikasi Kantor Presiden, juga memberikan pernyataan melalui platform X bahwa laporan dari media Iran International tidak benar.

Di sisi lain, sejumlah analis politik memandang bahwa kabar ini bisa menjadi simbol dari kecenderungan Pezeshkian untuk meninggalkan jabatannya jika tidak ada dukungan penuh dari IRGC. Meski tidak ada bukti konkret, isu ini mencerminkan ketidakseimbangan kekuasaan yang terus berkembang dalam pemerintahan Iran. Beberapa laporan menunjukkan bahwa IRGC semakin aktif dalam mengambil alih keputusan strategis, termasuk bidang ekonomi dan militer.

Latest Program juga menyoroti pernyataan para anggota kabinet yang menyebutkan bahwa Presiden Pezeshkian telah mencoba membangun konsensus dengan berbagai kelompok dalam pemerintahan, tetapi belum berhasil mengatasi tekanan dari IRGC. Sejumlah politisi oposisi menyebut bahwa kabar ini bisa menjadi tanda akhir dari upaya Pezeshkian untuk mengurangi dominasi IRGC dalam pemerintahan.

Berita ini juga menarik perhatian media internasional yang memantau dinamika kekuasaan di Iran. Sejumlah laporan menunjukkan bahwa ketegangan antara lembaga kekuasaan sipil dan militer sudah berlangsung sejak era Presiden Hassan Rouhani, dan kini semakin memuncak di bawah pemerintahan Pezeshkian. Jika pengunduran diri ini benar, maka akan menjadi peristiwa politik penting dalam sejarah Iran, yang bisa mengubah arah kebijakan nasional dan luar negeri.

Leave a Comment