News

Main Agenda: DPRD Kota Tangerang Soroti Optimalisasi Anggaran dan Kesiapan Layanan Kesehatan

Table of Contents
  1. DPRD Kota Tangerang Soroti Optimalisasi Anggaran dan Kesiapan Layanan Kesehatan
  2. Pertemuan DPRD Evaluasi Realisasi Anggaran 2025

DPRD Kota Tangerang Soroti Optimalisasi Anggaran dan Kesiapan Layanan Kesehatan

Main Agenda – Adalah Main Agenda yang menjadi fokus utama dalam rapat evaluasi kinerja anggaran dan layanan kesehatan Kota Tangerang. DPRD melalui Panitia Khusus (Pansus) Badan Anggaran mengadakan pertemuan penting bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk meninjau laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2025. Kegiatan ini berlangsung di ruang Paripurna DPRD, Jumat (10/7/26), dengan tujuan memastikan alokasi dana berjalan efisien dan layanan kesehatan siap menjawab kebutuhan masyarakat.

Pertemuan DPRD Evaluasi Realisasi Anggaran 2025

Dalam Main Agenda ini, Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi memimpin diskusi evaluasi program dan anggaran sektor kesehatan, yang merupakan bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana daerah. Para anggota Badan Anggaran turut serta dalam mengupas realisasi anggaran, termasuk pertimbangan terkait penyusunan APBD Perubahan 2026 dan APBD 2027. Evaluasi ini mencakup analisis kinerja berbagai program, termasuk peran kritis institusi kesehatan dalam memastikan pelayanan prima.

Kesiapan Struktur Fisik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)

Main Agenda DPRD juga menyoroti kesiapan struktur fisik RSUD Benda dan RSUD Panunggangan Barat sebagai hambatan utama dalam pemanfaatan dana. Rusdi menunjukkan bahwa kekurangan infrastruktur seperti pemasangan instalasi listrik dan fasilitas pendukung lainnya memperlambat progres program. Selain itu, kesiapan bangunan yang belum memadai dianggap sebagai catatan penting untuk pengoptimalan anggaran di masa mendatang.

“Kesiapan fisik bangunan menjadi faktor kritis dalam efisiensi pelaksanaan proyek. Dengan Main Agenda ini, kita bisa mengidentifikasi celah dan meningkatkan koordinasi antar-instansi,” ujar Rusdi dalam sesi diskusi. Ia menekankan bahwa hasil evaluasi akan menjadi acuan strategis dalam memperbaiki kinerja layanan kesehatan.

Analisis Sisa Dana dan Keterlambatan Rekrutmen Tenaga Medis

DPRD juga mengupas sisa dana di program Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan dan pengeluaran karyawan RSUD Benda. Rusdi menyoroti keterlambatan perekrutan tenaga medis sebagai salah satu penyebab penyerapan anggaran yang tidak optimal. Hal ini terjadi karena proses seleksi dan pelatihan yang memakan waktu lebih lama dari rencana awal.

Di sisi lain, dinas kesehatan menjelaskan bahwa tingkat pendapatan rumah sakit masih rendah, sehingga memengaruhi kemampuan memenuhi target anggaran. Dalam Main Agenda ini, DPRD berharap pihak terkait dapat mengambil langkah konkret untuk meningkatkan pendapatan dan mempercepat proses perekrutan karyawan, serta memastikan penggunaan dana yang tepat sasaran.

Langkah Strategis untuk Peningkatan Layanan Kesehatan

Hasil evaluasi yang diumumkan dalam Main Agenda ini akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan rencana anggaran jangka menengah. DPRD menegaskan pentingnya perbaikan struktur organisasi dan peningkatan kinerja layanan kesehatan sebagai prioritas utama. Selain itu, beberapa kebijakan keuangan, seperti pengalokasian dana untuk fasilitas pendukung, akan dianalisis lebih lanjut untuk memastikan keberlanjutan program.

Menurut anggota Badan Anggaran, evaluasi ini juga membuka peluang kolaborasi dengan pihak swasta dan lembaga donor untuk mendukung inisiatif pengembangan kesehatan masyarakat. Selain itu, DPRD mengusulkan perubahan dalam sistem monitoring dan evaluasi agar setiap proyek dapat diawasi secara real-time dan responsif terhadap tantangan yang muncul.

Leave a Comment