News

Dijadikan Tersangka Bersama Febrie – Kubu Don Ritto: Kami Jadi Pelanduk dalam Pertarungan Dua Gajah!

Dijadikan Tersangka Bersama Febrie – Kubu Don Ritto: Kami Jadi Pelanduk dalam Pertarungan Dua Gajah!

Jakarta, 14 Juli 2026

Dijadikan Tersangka Bersama Febrie – Kasus korupsi yang menyeret Don Ritto dan Febrie Ardiansyah ke dalam proses penyidikan memicu perdebatan di kalangan kubu pendukung Don Ritto. Dijadikan Tersangka Bersama Febrie, mereka menegaskan bahwa posisi Don Ritto dalam pertarungan dua lembaga besar bukanlah sebagai pelaku utama, melainkan sebagai pihak yang jadi korban. Penyidik dari Kortastipidkor Polri dan Polda Metro Jaya menetapkan Don Ritto sebagai tersangka dalam beberapa perkara, termasuk dugaan korupsi PT Asabri, batu bara, dan Krakatau Steel, dengan menyebut bahwa klien mereka hanya terlibat sebagai pihak yang dijegal dalam konflik kekuasaan.

Pengembangan Kasus Korupsi

Kasus dugaan korupsi PT Asabri menjadi salah satu peristiwa yang memicu pengusutan lebih lanjut terhadap Don Ritto. Menurut informasi yang diterima, sejumlah dokumen dan bukti transaksi dikaitkan dengan nama Don Ritto, meskipun ia bersikeras bahwa dirinya hanya menjadi korban dari upaya mengalihkan fokus penyidikan ke arah pihak tertentu. Pemeriksaan yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya menunjukkan bahwa Don Ritto terlibat dalam beberapa aspek, tetapi tidak terbukti secara langsung melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) atau korupsi. Selain itu, kasus korupsi batu bara yang dialihkan ke PLN serta dugaan penggelapan dana di PT CBS dan PT KNI juga menjadi bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung.

“Kami merasa seperti pihak yang jadi pelanduk dalam pertarungan dua gajah. Don Ritto tidak terlibat langsung dalam keempat klaster perkara yang sedang diteliti, namun nama klien kami tetap disebutkan sebagai tersangka,” ungkap Handika Honggowongso, pengacara Don Ritto, dalam wawancara di Polda Metro Jaya, Selasa (14/7/2026).

Kasus Korupsi Batu Bara dan Krakatau Steel

Perkara korupsi terkait pengelolaan batu bara dan Krakatau Steel menjadi sorotan publik karena dugaan pemungutan suap yang melibatkan lembaga pemerintah dan perusahaan swasta. Dalam penyelidikan yang dilakukan oleh Kortastipidkor, pihak penyidik menemukan keterkaitan Don Ritto dengan proyek-proyek ini, meskipun ia menolak klaim bahwa dirinya adalah pelaku utama. Menurut Handika, Don Ritto hanya dijadikan tersangka karena konflik kepentingan antara dua lembaga negara yang saling bersaing dalam penyelidikan.

Kasus korupsi Krakatau Steel, khususnya, disebutkan sebagai salah satu yang paling rumit dalam investigasi saat ini. Dijadikan Tersangka Bersama Febrie, Don Ritto menjadi korban dari permainan politik yang dilakukan oleh para tersangka. Kementerian BUMN dan Kemenkeu dikenal sebagai pihak yang aktif mengusut dugaan pemalsuan dokumen dan penggelapan dana. Don Ritto, sebagai mantan anggota DPR, dituduh menyalahgunakan wewenangnya dalam mengawasi proyek tersebut.

Konteks Hukum dalam Penyelidikan

Dalam proses penyelidikan, Kortastipidkor Polri mengambil peran aktif untuk mengungkap motif dan jaringan korupsi yang melibatkan berbagai pihak. Dijadikan Tersangka Bersama Febrie, Don Ritto disebut sebagai individu yang jadi “korban kebijakan” dalam upaya menetapkan pelaku utama. Penyidik mengungkapkan bahwa Don Ritto dan Febrie Ardiansyah sebenarnya bersaing dalam kepentingan yang berbeda, tetapi keduanya dijadikan sasaran serupa.

Kasus ini juga mengundang kritik terhadap proses penyelidikan yang dinilai tidak adil. Kubu Don Ritto menyatakan bahwa penetapan tersangka seharusnya tidak mengabaikan kontribusi aktif dari pihak-pihak yang lain. Dalam penjelasannya, Handika Honggowongso menekankan bahwa Don Ritto tetap mempertahankan kredibilitasnya, sementara pihak penyidik berupaya membangun narasi yang menyeret klien mereka ke dalam pertarungan hukum yang rumit.

Respons dari Komunitas dan Media

Respons dari masyarakat dan media terhadap kasus ini terus meningkat. Banyak pihak mengkritik cara penyidik menggambarkan Don Ritto sebagai pelanduk dalam pertarungan dua gajah. Dijadikan Tersangka Bersama Febrie, kasus ini dianggap sebagai contoh dari upaya mempercepat penuntutan yang berbasis konflik kekuasaan, bukan fakta yang jelas. Beberapa organisasi masyarakat dan aktivis anti-korupsi menyatakan bahwa Don Ritto harus diberikan kesempatan untuk menjelaskan dugaan kesalahannya dengan lebih lengkap.

Pembicaraan terus berlanjut di P

Leave a Comment