News

Pengadaan Kipas Angin Kopdes Rp1,8 Triliun Jadi Polemik, Ini Respons Dirut Agrinas

Foto : Richard Brown - partaiberita.com

Pengadaan Kipas Angin Kopdes Rp1,8 Triliun: Respons Dirut Agrinas

Partaiberita.com – Jakarta – Isu Pengadaan Kipas Angin Kopdes Rp1 8 Triliun kembali menjadi sorotan publik setelah Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, memilih untuk menunda klarifikasi resmi. Alih-alih memberikan penjelasan mendetail mengenai kontroversi anggaran pembelian kipas angin untuk Koperasi Desa Merah Putih yang mencapai Rp1,8 triliun, Joao justru meminta media dan masyarakat untuk lebih ramai membahas isu ini terlebih dahulu.

Strategi “Biar Rame Dulu” dari Dirut Agrinas

Ketika ditemui di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (23/7/2026), Joao Angelo De Sousa Mota menyampaikan pandangannya dengan santai. Menurutnya, momen ini justru merupakan kesempatan emas bagi Agrinas untuk mendapatkan promosi gratis dari pemberitaan media. “Tanya yang… tanya yang ini… kalian nguatin dulu deh biar rame. Kalau udah rame, udah peak, baru nanti saya jelasin. Biar selesai kayak gitu. Kalau sekarang nanti goreng-goreng nanti,” ujar Joao.

Respons tersebut tentu menimbulkan berbagai reaksi dari awak media dan publik. Beberapa wartawan mengingatkan bahwa anggota DPR sebelumnya telah mempertanyakan hal ini dalam rapat paripurna. Namun, Joao tetap berprinsip bahwa semakin ramai pemberitaan justru menjadi peluang bagi Agrinas untuk dikenal lebih luas oleh masyarakat Indonesia.

“Iya, enggak apa-apa. Biar rame dulu, biar kalian muat-muat dulu deh. Biar rame-ramein dulu. Ini kesempatan saya bisa promosi gratis. Kan Anda bisa promosiin saya, kan selalu gitu,” ujarnya dengan senyum.

Isu Pengadaan Kipas Angin Kopdes Rp1 8 Triliun ini sebenarnya telah menjadi perbincangan hangat di kalangan legislatif dan masyarakat. Anggaran yang dialokasikan untuk pembelian kipas angin tersebut dinilai cukup besar jika dibandingkan dengan program-program lain yang dijalankan oleh Koperasi Desa Merah Putih. Namun, Joao tidak merasa khawatir dengan kritik yang datang.

“Enggak apa-apa, benar enggak apa-apa. Anda promosiin kita gratis, nanti baru kita jelasin biar orang tahu gitu. Enggak apa-apa, boleh enggak apa-apa juga, promosiin gratis dulu,” katanya menambahkan.

Meskipun awak media terus mengingatkan bahwa klarifikasi diperlukan untuk menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat, Joao tetap belum memberikan penjelasan detail mengenai isu tersebut. Ia percaya bahwa dengan menunggu momen yang tepat, klarifikasi yang diberikan akan lebih efektif dan tidak menimbulkan misinterpretasi.

Bagi Agrinas, isu ini bukan sekadar masalah klarifikasi anggaran, tetapi juga kesempatan untuk membangun brand awareness. Dengan strategi “biar rame dulu,” Joao berharap publik akan lebih memahami konteks sebenarnya setelah pemberitaan mencapai puncaknya. Hingga saat ini, belum ada jadwal pasti kapan Dirut Agrinas akan memberikan klarifikasi resmi mengenai Pengadaan Kipas Angin Kopdes Rp1 8 Triliun tersebut.

Leave a Comment