Banjir Terendam di Jakarta: Puluhan RT di Kampung Melayu Paling Parah!
Puluhan RT di Jakarta Masih Teredam – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa sejumlah besar Rukun Tetangga (RT) di ibu kota masih mengalami genangan air yang mengancam warga sekitar. Pada Senin pagi, pukul 09.00 WIB, tercatat 26 RT di berbagai wilayah Jakarta masih tergenang banjir, dengan kondisi terparah terjadi di Kampung Melayu. Fenomena ini mengakibatkan kekacauan di sejumlah jalur utama dan mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari.
Daerah Terparah di Kampung Melayu
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, mengatakan bahwa Kampung Melayu menjadi titik paling rentan akibat banjir yang terus berlangsung. Wilayah tersebut menampung genangan air hingga 16 RT yang masih terdampak. Selain itu, Cawang, Bidara Cina, dan Cililitan juga terkena dampak, dengan masing-masing mendaftarkan 7, 2, dan 1 RT yang tergenang. Genangan air di sebagian besar area tersebut mencapai tinggi hingga 30-50 cm, memengaruhi akses ke perumahan, toko, dan fasilitas umum.
“Masih terdapat 26 RT yang tergenang banjir hingga saat ini,” terang Marulitua Sijabat dalam wawancara dengan media, Senin (25/5/2026). Ia menambahkan bahwa BPBD terus memantau kondisi di setiap titik rawan dan mengupayakan penanganan darurat agar keadaan bisa segera stabil. Pasalnya, banjir yang terjadi mengancam nyawa warga yang tinggal di area terendam.
Kondisi Darurat dan Upaya Pemulihan
Bencana banjir yang terjadi di Jakarta Timur menimbulkan situasi darurat bagi masyarakat setempat. Para warga yang tinggal di daerah yang tergenang harus berjalan kaki atau menggunakan perahu kecil untuk mengakses tempat tinggal mereka. BPBD DKI Jakarta bersama dengan organisasi donor dan relawan terus bergerak untuk melakukan evakuasi, memberikan bantuan makanan, dan menyediakan tempat pengungsian di beberapa titik. Selain itu, upaya pencegahan seperti penutupan saluran drainase dan pengaturan aliran air juga sedang dilakukan.
Menurut data terkini, banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur Jakarta Timur selama beberapa hari berturut-turut. Air dari Sungai Ciliwung yang meluap, kombinasi dengan curah hujan tinggi, menyebabkan genangan di banyak RT. BPBD menyatakan bahwa pengendalian banjir terus berlangsung, meski kondisi di sejumlah wilayah belum sepenuhnya membaik. Penanganan darurat pun diharapkan bisa mempercepat proses normalisasi area yang terdampak.
Peluang Kenaikan Tinggi Air di Daerah Tertentu
Para ahli meteorologi mengingatkan bahwa potensi kenaikan tinggi air di sebagian wilayah Jakarta masih terjadi hingga akhir pekan ini. Karena kondisi cuaca masih tidak menentu, BPBD mengimbau masyarakat di sekitar RT yang tergenang agar tetap waspada. Selain itu, mereka juga menekankan pentingnya kerjasama antara warga dan pihak pemerintah dalam mengantisipasi kemungkinan banjir berulang. Ada beberapa wilayah yang teridentifikasi sebagai risiko tinggi, seperti daerah yang berada di sepanjang jalan-jalan rendah dan kompleks perumahan yang kurang terangkung.
Dalam rangka mengurangi dampak banjir, BPBD DKI Jakarta juga bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mengecek kondisi infrastruktur. Sejumlah titik saluran drainase yang tergenang diuji coba untuk diperbaiki, sementara pengalihan air ke saluran lain sedang diupayakan agar genangan tidak terus berkembang. Pemerintah daerah juga sedang mengumpulkan data tambahan guna menentukan langkah-langkah terbaik untuk mempercepat pemulihan kondisi.
Impak Ekonomi dan Sosial
Genangan banjir di Puluhan RT di Jakarta mengakibatkan kerugian ekonomi yang signifikan. Para pedagang yang berada di sekitar RT tergenang harus menutup usaha sementara, sementara kios-kios di beberapa wilayah terpaksa dipindahkan. BPBD mengungkapkan bahwa jumlah kebutuhan bantuan masyarakat terus bertambah, sehingga koordinasi antar instansi menjadi kunci dalam penanganan darurat. Selain itu, banjir juga memengaruhi sistem transportasi, sehingga keadaan lalu lintas di sejumlah jalur utama menjadi macet.
Banyak warga yang tinggal di RT tergenang mengeluhkan kesulitan mengakses kebutuhan sehari-hari, termasuk makanan dan air minum. Beberapa RT bahkan membutuhkan bantuan pemerintah dalam pembersihan daerah terendam. BPBD DKI Jakarta berupaya mempercepat penanganan darurat agar keadaan bisa kembali normal secepat mungkin.
