News

Sebulan Tak Turun Hujan – Beberapa Wilayah di Bekasi Kekeringan dan Kesulitan Air Bersih

Bekasi Alami Kekeringan Akibat Sebulan Tak Turun Hujan

Sebulan Tak Turun Hujan – Kota Bekasi, Jawa Barat, tengah menghadapi tantangan serius akibat sebulan tak turun hujan yang mengakibatkan kekeringan di sejumlah wilayah. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebutkan bahwa dampak krisis air bersih terasa jelas, terutama di Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah. Kondisi ini telah memengaruhi sekitar 800 orang, yang kesulitan mendapatkan air minum sehari-hari.

Dampak Kekeringan di Wilayah Terpencil

“Wilayah terparah yang terkena dampak kekeringan adalah Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah. Sebulan tak turun hujan membuat sumber air terbatas dan permintaan meningkat, sehingga memicu kesulitan bagi sebanyak 296 kepala keluarga,” ujar Abdul Muhari kepada media pada Selasa (16/6/2026).

Keluhan serupa juga muncul di wilayah lain di Kabupaten Bekasi. BPBD setempat melaporkan bahwa distribusi air bersih sedang dilakukan secara bertahap untuk mengatasi krisis. Namun, kebutuhan air yang meningkat dan keterbatasan cadangan menyebabkan kesulitan terus berlangsung. Sejumlah desa di Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, juga mengalami situasi serupa sejak bulan Juni.

Kondisi di Wilayah Lain dan Upaya Penanggulangan

Kelangkaan air tidak hanya terbatas pada Bekasi, tetapi juga terjadi di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, pada Senin (15/6). Banjir yang melanda daerah tersebut memberi dampak tambahan, dengan 278 orang terdampak dan 36 di antaranya mengungsi. Sebulan tak turun hujan menjadi faktor utama penyebab cuaca ekstrem ini, yang berdampak pada kebutuhan air di berbagai lapisan masyarakat.

“Wilayah terdampak banjir meliputi Desa Kalasin, Kecamatan Uut Murung, serta beberapa kelurahan di Kecamatan Murung dan Seribu Riam,” tambahnya. Dalam rangkuman bencana nasional, kekeringan dan banjir menjadi dua masalah utama yang mengancam kehidupan warga di sejumlah daerah.

Selain itu, kekeringan di Bekasi juga memengaruhi produktivitas pertanian. Sumber air yang langka membuat petani kesulitan merawat tanaman, sehingga mengurangi hasil panen. Pemerintah setempat sedang berupaya mempercepat distribusi air dari sumber cadangan, sementara masyarakat diimbau untuk menghemat penggunaan air dan memanfaatkan sumber lokal.

Krisis air bersih akibat sebulan tak turun hujan menunjukkan pentingnya sistem antisipasi cuaca ekstrem. BPBD Kabupaten Bekasi menyatakan bahwa mereka telah menyalurkan air secara rutin, tetapi jumlah yang terbatas masih menyisakan ketidaknyamanan bagi warga. Kondisi ini menuntut koordinasi lebih baik antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk memastikan kebutuhan air terpenuhi.

Leave a Comment