News

Sindikat Curanmor Bersenpi hingga Ganjal ATM Ditangkap di Tangerang

Sindikat Curanmor Bersenpi hingga Ganjal ATM Dibongkar di Tangerang

Sindikat Curanmor Bersenpi hingga Ganjal ATM Ditangkap – Dalam upaya mengungkap tindakan kriminal yang merugikan masyarakat, Polres Metro Tangerang Kota berhasil menangkap sindikat Curanmor Bersenpi hingga Ganjal ATM dalam operasi yang berlangsung selama sebulan terakhir. Operasi ini melibatkan Satreskrim dan jajaran Polsek di wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota, dengan hasil mengejutkan yaitu 36 tersangka yang diamankan serta 52 kasus kejahatan jalanan yang terungkap. Fokus utama dari operasi ini adalah sindikat Curanmor Bersenpi hingga Ganjal ATM, yang dikenal aktif melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor dengan menggunakan senjata api rakitan, serta mencuri mesin ATM dengan cara ganjal.

Proses Penangkapan dan Barang Bukti yang Diamankan

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Raden Muhammad Jauhari, menyebutkan bahwa dari total 52 kasus yang berhasil diungkap, terdapat 44 kasus curanmor, dua kasus curas, tiga kasus curat, dua kasus pencurian biasa, dan satu kasus pengeroyokan. “Kasus-kasus ini menunjukkan bahwa sindikat Curanmor Bersenpi hingga Ganjal ATM sangat aktif melakukan kejahatan di berbagai titik wilayah,” terang Jauhari. Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti seperti empat unit mobil, 26 sepeda motor, senjata api rakitan, senjata tajam, dan puluhan kunci letter T. Alat kejut listrik serta telepon genggam dan STNK juga disita untuk memperkuat bukti keseluruhan kasus.

Operasi yang dipimpin oleh tim investigasi khusus ini memakan waktu sekitar satu bulan, dengan investigasi yang intensif dilakukan melalui pengintaian dan pengumpulan bukti. Polisi menyatakan bahwa sindikat Curanmor Bersenpi hingga Ganjal ATM tidak hanya aktif di Tangerang, tetapi juga melakukan kejahatan lintas wilayah, seperti di Cipondoh dan Serpong. Penggunaan senjata api dan senjata tajam dalam aksi mereka menunjukkan bahwa kejahatan ini tidak hanya terstruktur, tetapi juga berani mengambil risiko tinggi dalam menghadapi penegak hukum.

Operasi Lintas Wilayah dan Penindasan Kriminal

Kasus curanmor yang terungkap ini juga mencakup kejahatan yang melibatkan kekerasan, seperti aksi pencurian kendaraan bermotor di Jatiuwung menggunakan senjata tajam. Polisi menyebut bahwa sindikat Curanmor Bersenpi hingga Ganjal ATM sangat terorganisir dan memiliki jaringan luas. Selain itu, operasi ini juga menangkap komplotan pecah kaca mobil yang bekerja secara bersamaan di dua wilayah berbeda, Cipondoh dan Serpong. “Kami berhasil memecah jaringan kejahatan ini dengan mencari jejak mereka melalui pelaku pendukung dan saksi-saksi yang dipercaya,” tambah Jauhari.

Dalam operasi tersebut, polisi juga menangkap dua warga negara asing yang terlibat dalam kasus pengeroyokan di Tol Jakarta–Tangerang. Pengeroyokan ini terjadi saat korban sedang dalam kondisi tidak siap, sehingga terduga melakukan kekerasan secara brutal. Selain kasus tersebut, aksi ganjal mesin ATM di Ciledug juga menarik perhatian karena mencuri dana dari mesin perbankan secara rahasia. “Operasi ini bukan hanya tentang penangkapan, tetapi juga memberikan efek jera kepada pelaku dan masyarakat sekitar,” papar Jauhari.

Kasus-kasus yang diungkap ini menunjukkan bahwa sindikat Curanmor Bersenpi hingga Ganjal ATM menggunakan berbagai metode untuk mempercepat pencurian. Salah satu teknik yang mereka gunakan adalah mengganjal mesin ATM dengan alat khusus agar korban tidak bisa menarik uang secara langsung. Polisi menyatakan bahwa mereka menemukan bukti kuat melalui rekaman CCTV dan saksi-saksi yang mengenali pelaku. “Barang bukti seperti alat kejut listrik dan senjata tajam menjadi bukti bahwa mereka memiliki perencanaan matang,” jelas Jauhari.

Dengan menangkap 36 orang tersangka, Polres Metro Tangerang Kota berhasil meruntuhkan struktur kejahatan yang telah mengganggu keamanan masyarakat selama beberapa waktu. Rekaman kasus juga menunjukkan bahwa sindikat ini aktif sejak bulan April 2026 hingga Mei 2026, dengan target utama mobil dan motor yang ditinggalkan pengendara di area rawan. “Kami akan terus melakukan penindasan terhadap sindikat Curanmor Bersenpi hingga Ganjal ATM, karena kejahatan ini masih terus berkembang,” tegas Jauhari. Selain itu, operasi ini juga menjadi contoh keberhasilan penegakan hukum yang berkolaborasi antarwilayah.

Leave a Comment