Nasir Djamil: Pencuri Ayam di Bali Tewas, Pengeroyok Harus Dihukum Berat
Legislator PKS Setuju dengan Tindakan Hukum Tegas
Partaiberita.com – Kasus seorang pencuri unggas yang meninggal dunia setelah dikeroyok warga di Pulau Dewata kembali menjadi perhatian publik. Anggota Komisi III DPR RI dari PKS, Nasir Djamil, menyampaikan pandangannya mengenai peristiwa yang sempat menyebar luas di platform media sosial tersebut.
“Apa yang terjadi di Bali itu persis seperti kata pepatah arang habis, besi binasa. Pencuri ayam tewas, lalu pelaku pengeroyokan dihukum berat karena telah menghilangkan nyawa orang lain tanpa hak,” ujar Nasir saat ditemui wartawan pada Senin (27/7/2026).
Akar Masalah: Kesadaran Hukum Masyarakat yang Rendah
Menurut legislator tersebut, fenomena main hakim sendiri ini berakar pada rendahnya pemahaman hukum di kalangan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa kemarahan warga tidak muncul begitu saja, melainkan dipicu oleh tindakan berulang dari korban pencurian sebelumnya.
“Ia juga memandang bahwa akar masalah kasus ini adalah kesadaran hukum masyarakat yang masih rendah. Sehingga, perilaku main hakim sendiri memang kerap terjadi,” tambahnya.
Nasir memahami bahwa emosi warga semakin memuncak karena korban sudah sering melakukan aksi pencurian di wilayah tersebut. Hal inilah yang menjadi pemicu kemarahan masyarakat menjadi semakin besar.
Rekomendasi untuk Pemerintah Desa
Meskipun demikian, Nasir menegaskan bahwa segala alasan tidak mengurangi kewajiban bagi para pelaku pengeroyokan untuk menerima hukuman yang layak. Ia juga memberikan masukan penting bagi pemerintah tingkat desa.
“(Tapi) Apapun alasannya, saya setuju para pelaku mendapatkan hukuman setimpal. Ke depan, pengelola pemerintah di level desa wajib memperhatikan maslaah sosial di wilayahnya,” pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh lapisan masyarakat untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan sebelum proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

