News

Visit Agenda: Aktivis Global Sumud Diduga Disiksa Tentara Israel, Rambut Dijambak saat Teriak “Free Palestine”

Aktivis Global Sumud Diduga Disiksa Tentara Israel Saat Teriak “Free Palestine” dalam Visit Agenda

Visit Agenda – Dalam sebuah insiden yang menjadi sorotan media, aktivis global dari Global Sumud Flotilla (GSF) diduga mengalami perlakuan kasar oleh pasukan Israel selama visit agenda yang dijalani. Video yang viral menunjukkan seorang relawan perempuan terdengar berteriak “Free Palestine” sebelum rambutnya dijambak secara keras dan kepalanya dipaksa menunduk hingga menyerupai sikap sujud. Video tersebut diunggah oleh Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, melalui akun X pribadinya, memperkuat dugaan bahwa kekerasan terhadap peserta visit agenda terjadi secara sistematis.

Konteks Visit Agenda dan Penindasan terhadap Aktivis

Visit agenda ini merupakan bagian dari upaya internasional untuk mendukung gerakan pembebasan Palestina. Namun, insiden tersebut menimbulkan kontroversi karena dianggap sebagai bentuk penindasan terhadap aktivis yang berpartisipasi. Koordinator Dewan Pengarah Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Maimon Herawati, mengonfirmasi bahwa korban dalam video tersebut memang sahabatnya, seorang warga Irlandia yang terlibat langsung dalam misi. “Visit agenda ini bertujuan untuk menyampaikan suara internasional untuk kemerdekaan Palestina, tetapi justru menimbulkan kekerasan yang tidak terduga,” jelas Maimon.

“Visit agenda ini bertujuan untuk menyampaikan suara internasional untuk kemerdekaan Palestina, tetapi justru menimbulkan kekerasan yang tidak terduga,” kata Maimon Herawati saat memberikan pernyataan resmi.

Kekerasan yang terjadi pada 20 Mei 2026 menimbulkan kecaman dari berbagai pihak. Video tersebut menunjukkan sejumlah relawan yang ditahan oleh tentara Israel, di mana salah satu dari mereka dipaksa menunduk dan rambutnya dijambak. Insiden ini memicu kecurigaan bahwa pasukan Israel sengaja menindas peserta visit agenda sebagai bentuk penegakan kontrol politik di wilayah yang sedang diperebutkan. Menurut laporan, adegan ini terjadi saat aktivis dari berbagai negara berusaha menyampaikan pesan kebebasan untuk Palestina.

Reaksi Internasional terhadap Penindasan dalam Visit Agenda

Peristiwa ini langsung menarik perhatian organisasi internasional dan media global. Banyak pihak mengkritik tindakan Israel karena dianggap tidak adil terhadap aktivis yang berpartisipasi dalam visit agenda. “Kita harus meninjau kembali tindakan Israel terhadap peserta visit agenda, terutama saat mereka menyerukan ‘Free Palestine’,” ujar seorang aktivis dari organisasi kemanusiaan internasional. Insiden tersebut juga memperkuat tuntutan internasional untuk menyelidiki perlakuan kasar terhadap peserta misi, termasuk aktivis dari negara-negara Eropa dan Asia.

Kondisi relawan yang ditahan menimbulkan ketakutan di kalangan peserta visit agenda. Mereka menilai bahwa perlakuan ini menunjukkan sikap agresif Israel terhadap individu yang berupaya memperjuangkan kemerdekaan Palestina. “Visit agenda ini seharusnya menjadi ajang dialog, bukan bentuk penindasan,” tambah Maimon. Ia menegaskan bahwa ada beberapa saksi mata yang melihat kejadian tersebut dan siap memberikan keterangan lebih lanjut.

Histori dan Tujuan Visit Agenda

Visit agenda yang dilakukan oleh Global Sumud Flotilla telah menjadi bagian dari upaya internasional untuk mendukung Palestina. Sejak awal, misi ini bertujuan untuk membawa suara dan kekuatan dari berbagai negara kepada masyarakat internasional. “Visit agenda ini memperkuat solidaritas antar-aktivis, terutama dari Asia, Eropa, dan Afrika,” ujar Maimon. Namun, kejadian di Jakarta mengisyaratkan bahwa ada tantangan dalam proses itu, baik dari pihak internal maupun eksternal.

Kondisi keamanan di wilayah Palestina dan penindasan terhadap aktivis dianggap sebagai salah satu faktor yang memicu visit agenda. Pasukan Israel dikenal sering menangkap dan memperlakukan peserta misi secara kasar, termasuk memaksa mereka menunduk saat berteriak. Dalam konteks ini, kejadian di Jakarta menjadi cerminan dari situasi yang serupa di wilayah teritorial Palestina. “Kita melihat kejadian serupa di banyak tempat, tetapi visit agenda ini memberikan dampak yang lebih luas,” lanjut Maimon.

Analisis Terhadap Peran Visit Agenda

Visit agenda tidak hanya menjadi platform untuk menyuarakan kebebasan Palestina, tetapi juga menjadi sarana menunjukkan keterlibatan aktif sejumlah negara dalam isu kemanusiaan. Kekerasan yang terjadi menimbulkan pertanyaan terhadap keamanan peserta dan efektivitas visit agenda dalam menyampaikan pesan. “Justru karena visit agenda ini, kita bisa melihat kekejaman pasukan Israel secara langsung,” tulis akun media sosial internasional yang menyebar video tersebut.

Dalam beberapa hari terakhir, berbagai organisasi pemuda dan kelompok aktivis sedang berupaya untuk mengumpulkan bukti dan saksi mata terkait insiden. Mereka meminta pemerintah Indonesia untuk memberikan respons atas perlakuan pasukan Israel terhadap peserta visit agenda. “Visit agenda ini jadi momentum penting untuk menggugah kesadaran global tentang konflik Palestina-Israel,” tambah Maimon. Ia berharap kejadian ini bisa menjadi titik balik dalam upaya memperkuat solidaritas internasional.

Insiden tersebut juga memicu diskusi mengenai keterlibatan Indonesia dalam gerakan ini. Meski pemerintah Indonesia tidak secara eksplisit mengkritik tindakan Israel, banyak aktivis menilai bahwa visit agenda bisa menjadi cara untuk menyuarakan dukungan lebih luas. Dengan adanya video viral, mereka berharap dunia internasional bisa memperhatikan kondisi aktivis yang terlibat dalam visit agenda dan meminta pertanggungjawaban terhadap perlakuan kasar yang dilakukan oleh pasukan Israel.

Leave a Comment