Women

Alasan Menyentuh Dewi Perssik Kuliah Jurusan Psikologi: Ingin Sembuhkan Luka Lama dan Jadi Ibu yang Baik

Alasan Dewi Perssik Kuliah Psikologi: Sembuhkan Luka dan Jadi Ibu Baik

Alasan Menyentuh Dewi Perssik Kuliah Jurusan – Dewi Perssik, penyanyi dangdut terkenal yang dikenal dengan kisah hidupnya yang penuh liku, baru-baru ini mengungkap alasan di balik keputusan untuk memasuki dunia akademik dengan memilih jurusan psikologi. Dalam wawancara terbaru, ia menjelaskan bahwa motivasi utamanya adalah untuk mengatasi trauma masa lalu serta mengembangkan pola asuh yang lebih baik bagi anaknya, Felice Gabriel. Perguruan tinggi menjadi langkah besar dalam transformasi dirinya sebagai ibu tunggal yang ingin menjadi contoh yang baik bagi putra kesayangannya.

Keinginan untuk Memahami Diri dan Anak

Kebutuhan Dewi Perssik untuk mempelajari psikologi muncul dari pengalaman pribadinya. Ia ingin memahami akar dari emosi dan perilaku yang ia rasakan sejak kecil, serta cara mengatasi masalah-masalah lama yang membentuk pola pikirnya. Selain itu, ia juga tertarik pada metode pendidikan yang dapat membantu Felice Gabriel berkembang secara emosional dan intelektual. “Saya merasa perlu mempelajari cara mengelola emosi dan komunikasi dengan anak saya agar bisa memberinya lingkungan yang stabil,” kata Dewi Perssik, yang kini menjalani studi di usia 40 tahun.

“Saya ingin memahami bagaimana cara menjadi ibu yang mampu mengatasi kesulitan-kesulitan masa lalu dan memberikan pengaruh positif pada anak saya.”

Proses Belajar dan Harapan Masa Depan

Dewi Perssik menyatakan bahwa proses belajar di universitas memberinya peluang untuk merenung dan meredakan rasa penyesalan atas keputusan-keputusan yang pernah ia ambil. Ia berharap ilmu psikologi dapat membantunya menghadapi masa lalu secara lebih bijak dan memberinya alat untuk mengajarkan nilai-nilai kehidupan kepada anaknya. Dalam kelas, ia sering memikirkan bagaimana teori-teori yang dipelajari bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membina hubungan dengan Felice Gabriel.

Menjadi Ibu yang Lebih Baik: Dari Pengalaman Pribadi

Dari kehidupan pribadinya, Dewi Perssik menyadari bahwa menjadi orangtua tunggal tidak hanya tentang kesendirian, tetapi juga tentang konsistensi dan komitmen. Ia ingin memahami cara mengelola emosi sendiri sebelum melibatkan anaknya dalam dinamika keluarga. “Saya merasa bahwa setiap luka yang pernah saya alami adalah kesempatan untuk belajar,” ujarnya. Psikologi, menurutnya, menjadi sarana untuk menyembuhkan masa lalu dan membangun kehidupan masa depan yang lebih harmonis.

Keputusan Dewi Perssik untuk memasuki dunia akademik juga terkait dengan keinginan untuk menjadi ibu yang lebih empatik. Ia berharap bisa memahami kebutuhan dan harapan anaknya dengan lebih dalam, sehingga dapat merespons secara tepat dalam setiap situasi. Selain itu, ia ingin mengembangkan keterampilan seperti komunikasi efektif, manajemen stres, dan pengambilan keputusan yang lebih matang. “Psikologi membantu saya melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda, dan itu sangat penting untuk menjadi ibu yang baik,” tambahnya.

Dewi Perssik juga mengungkapkan bahwa pilihan jurusan psikologi tidak hanya tentang kemampuan akademik, tetapi juga tentang kesadaran diri. Ia ingin menjadi contoh bahwa seseorang bisa berubah dan terus belajar, bahkan di usia yang tergolong matang. Dengan mengikuti program psikologi, ia percaya akan ada kesempatan untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi Felice Gabriel, baik dalam hal pendidikan maupun hubungan keluarga. “Saya ingin anak saya tumbuh dengan rasa percaya diri dan kekuatan mental yang kuat, dan itu bisa saya ajarkan melalui psikologi,” katanya.

Leave a Comment