Women

Jangan Panaskan Gulai dan Rendang Berulang-ulang – Dokter Bongkar Efeknya

Jangan Panaskan Gulai dan Rendang Berulang-ulang – Dokter Bongkar Efeknya

Jangan Panaskan Gulai dan Rendang Berulang – Dalam dunia kuliner modern, kebiasaan memanaskan sisa makanan berlemak seperti gulai dan rendang untuk dikonsumsi kembali seringkali dianggap praktis. Namun, fakta menunjukkan bahwa kebiasaan ini bisa berdampak negatif terhadap kesehatan. Dr. Dwi Rendra Hadi, spesialis penyakit dalam dari RS Premier Jatinegara, menjelaskan bahwa mengulangi pemanasan pada masakan berlemak berisiko memperparah efek kolesterol yang terbentuk. Hal ini menjadi perhatian utama bagi mereka yang sering menghabiskan sisa makanan dalam jangka panjang.

Mekanisme Pemanasan Berulang dan Dampaknya pada Kesehatan

Ketika gulai atau rendang dipanaskan berulang kali, lemak yang terkandung dalam masakan tersebut mengalami perubahan struktur. Proses ini menghasilkan Cholesterol Oxidation Products (COPs), yang merupakan senyawa berbahaya akibat reaksi oksidasi yang terjadi selama pemanasan. Lemak hewani, yang sering digunakan dalam masakan tradisional seperti rendang, terutama rentan terurai saat diproses ulang. COPs ini bisa merusak kesehatan jangka panjang, terutama bagi penderita penyakit kardiovaskular atau diabetes.

Dokter Rendra mengingatkan bahwa COPs tidak hanya berdampak pada kolesterol, tetapi juga bisa mengurangi nilai gizi makanan. Vitamin-vitamin yang terkandung dalam bahan makanan, seperti vitamin B dan C, cenderung hilang atau berubah struktur saat dipanaskan berulang kali. Selain itu, protein dalam daging yang dipanaskan berulang-ulang juga berisiko terdenaturasi, sehingga menyebabkan penurunan kualitas nutrisi. Proses ini berpotensi memicu inflamasi dalam tubuh dan meningkatkan risiko penyakit degeneratif.

“Pemanasan ulang daging berlemak meningkatkan kolesterol. Oleh karena itu, mengulangi pemanasan dapat memperburuk pembentukan COPs,” kata dr. Rendra.

Banyak orang merasa tidak ada masalah jika memanaskan gulai atau rendang hanya satu atau dua kali sehari. Namun, menurut penelitian, setiap kali makanan berlemak dipanaskan, kadar COPs meningkat. Hal ini terjadi karena suhu tinggi mempercepat reaksi kimia yang merusak lemak dan protein. Efek akumulatif dari COPs bisa menyebabkan kerusakan sel dan meningkatkan risiko penyakit jantung, hipertensi, serta gangguan metabolisme.

Untuk menghindari risiko tersebut, dr. Rendra menyarankan agar makanan berlemak seperti gulai dan rendang dikonsumsi dalam waktu singkat setelah masak. Jika harus disimpan, makanan tersebut sebaiknya diperlakukan dengan cara yang tepat, seperti didinginkan dalam wadah tertutup dan tidak dipanaskan lebih dari satu kali. Selain itu, menghindari penggunaan wajan berulang berulang untuk memasak makanan sisa juga dianjurkan, karena panas yang dihasilkan dari wajan bisa mempercepat kerusakan nutrisi.

Para ahli nutrisi juga mengingatkan bahwa efek dari pemanasan ulang tidak hanya terbatas pada kolesterol. Makanan yang dipanaskan berulang kali cenderung mengandung lebih banyak lemak jenuh dan kolesterol, sehingga menambah beban pada sistem pencernaan. Selain itu, proses pemanasan berulang dapat menyebabkan pengendapan lemak dan pembentukan radikal bebas, yang berpotensi merusak kesehatan secara umum. Oleh karena itu, penggunaan gulai dan rendang secara berulang dengan cara yang tepat menjadi penting untuk menjaga kesehatan.

Leave a Comment