Women

Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan – Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya

Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Keluhkan Pengawalan yang Tidak Cukup

Viral Ibu Ibu Ricuh Bawa Sound – Konser Afgan yang digelar di Grand Indonesia kembali menjadi perbincangan publik setelah video viral menunjukkan aksi kericuhan dari seorang ibu-ibu yang membawa sound system. Video ini memperlihatkan bagaimana perempuan itu memasuki area panggung dan mengganggu suasana konser, memicu reaksi dari penonton dan netizen yang menyoroti ulahnya sebelumnya. Karena adegan ini menyebar cepat melalui platform TikTok, khususnya dari akun @jasjas.01 dan @ramamdr24, sejumlah pengguna media sosial mengkritik pengawalan yang kurang memadai. Selain itu, kejadian ini juga menimbulkan pembicaraan tentang cara mengelola keterlibatan audiens dalam acara musik.

Pernah Bikin Kericuhan di Konser Sebelumnya

Menurut pengunggah video, perempuan yang menjadi sorotan ini sebelumnya pernah mengganggu konser Afgan di Kelapa Gading. Ia dijelaskan sebagai salah satu dari empat videonya yang menyoroti momen kacau tersebut. Dalam postingan TikTok, diungkapkan bahwa perempuan ini bahkan menyerobot ke atas panggung saat Afgan sedang tampil. “Jadi si ibu ini sebelumnya juga berulah di konser Afgan di La Piazza Summarecon Mall Kelapa Gading kemarin guys, dia nerobos naik ke atas panggung dan memanggil-manggil ke arah Afgan pas Ig tampil,” tulis pengunggah, dikutip Sabtu (16/5/2026).

Afgan belum notice guys kalau ada kericuhan di lantai atas, tapi penonton di bawah udah mulai mention-mention ke Afgan untuk lihat ke atas,” tambah dia.

Kecaman terhadap perempuan tersebut semakin meningkat setelah diungkap bahwa ia bukan pertama kali menciptakan kegaduhan di acara musik. Netizen mengkritik cara pengawalan yang diberikan kepada Afgan sebelum konser dimulai, dengan menyebut bahwa penjagaan lebih ketat dibutuhkan untuk menghindari insiden serupa. Beberapa komentar menunjukkan kekecewaan terhadap kesadaran artis dalam menangani situasi. “Ini bukan pertama kalinya, Afgan harus lebih waspada,” tulis salah satu pengguna. Dalam konteks ini, “viral ibu-ibu ricuh bawa sound system” menjadi simbol untuk menyoroti kegawatdaruratan dalam manajemen acara.

Detail Konser dan Lingkungan Penonton

Konser Afgan di Grand Indonesia yang berlangsung pada Jumat (15/5/2026) ini menarik perhatian ribuan penonton. Sebagai salah satu konser paling diminati, jumlah pengunjung di luar dugaan mencapai angka besar, membuat ruang publik semakin padat. Dalam video viral, tindakan perempuan tersebut terjadi saat penampilan Afgan sedang mencapai puncak. Ia berjalan menuju panggung sambil mengeluarkan suara dari sound system yang dibawanya, mengganggu alur lagu dan membuat kekacauan. Beberapa penonton mencoba menghentikan aksinya, tetapi tindakan itu tetap menyebar ke seluruh ruangan.

Interaksi antara penonton dan pengunjuk rasa ini memperlihatkan kecemburuan terhadap si ibu-ibu. Netizen menyoroti cara ia mengambil perhatian publik dengan aksi yang tidak terduga. “Kebiasaan ini perlu diwaspadai, jangan sampai mengganggu pengalaman penonton,” tulis salah satu komentar. Selain itu, ada yang menyebut bahwa “viral ibu-ibu ricuh bawa sound system” menjadi bagian dari kebudayaan konser yang terkadang tidak terkontrol. Pengelola konser dan pemain musik harus bekerja sama untuk memastikan atmosfer tetap nyaman.

Konsekuensi dan Respons dari Pihak Terkait

Setelah video viral, tim manajemen Afgan dan pengelola Grand Indonesia segera memberikan respons. Mereka menyatakan bahwa insiden tersebut dianggap sebagai kejadian spontan dan sedang ditelusuri untuk memperbaiki sistem pengawalan. “Kami sedang mengevaluasi kebijakan pengamanan dan akan memperketatnya di konser berikutnya,” jelas salah satu perwakilan. Namun, netizen tetap mengkritik langkah tersebut, dengan menyarankan bahwa pihak berwenang perlu lebih siap menghadapi penonton yang emosional.

Sejumlah penonton yang terganggu juga memberikan saran terkait penanganan kejadian serupa. Mereka menyarankan agar konser diatur lebih rapi, termasuk membagi area penonton dan pengawal. “Kalau pengawal cukup, mungkin kejadian ini bisa dicegah,” tulis salah satu pengguna. Dengan adanya “viral ibu-ibu ricuh bawa sound system”, muncul harapan bahwa pihak penyelenggara akan lebih memperhatikan pengalaman penonton di masa depan.

Kegawatdaruratan seperti ini sering terjadi di acara musik besar, terutama ketika penonton merasa emosional dan ingin turut serta dalam momen. Afgan, sebagai salah satu artis yang diminati, memang sering menarik perhatian sekaligus menghadirkan atmosfer yang dinamis. Namun, tindakan spontan dari seorang ibu-ibu ini menunjukkan bahwa jaringan pengawalan dan manajemen acara masih perlu ditingkatkan. Dengan “viral ibu-ibu ricuh bawa sound system” sebagai contoh, muncul diskusi tentang bagaimana kebudayaan konser dapat menjadi sorotan global.

Leave a Comment