Economy

Kepala BP Taskin Sebut Prabowo Incar Dolar Sehat Lewat Penguatan Ekspor

Foto : Mary Miller - partaiberita.com

New Policy: Prabowo Fokus Penguatan Ekspor untuk Dolar Sehat

Partaiberita.com – Sebagai bagian dari New Policy yang tengah dijalankan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, mengungkap strategi pemerintah untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dengan mengoptimalkan sektor ekspor. Dalam siaran langsung acara Rakyat Bersuara iNews TV di Jakarta, Selasa (2/6/2026), Budiman menyatakan bahwa dolar yang sehat akan muncul sebagai hasil dari kegiatan produktif masyarakat, bukan hanya karena spekulasi.

Strategi New Policy: Membangun Fondasi Ekonomi yang Kuat

Budiman menekankan bahwa kebijakan New Policy bertujuan mengubah pola ekonomi nasional dari sifat spekulatif menjadi lebih produktif. Ia menjelaskan bahwa sistem keuangan global mengalami pergeseran, dengan uang yang dicetak cenderung murah saat awal distribusi, tetapi menjadi mahal dan tidak stabil ketika menyebar ke pasar luas. Dengan New Policy, Indonesia diminta untuk membangun industri dalam negeri yang mampu menyaingi produk asing, sehingga dolar yang diperoleh bisa mencerminkan pertumbuhan ekonomi sejati.

“Dengan New Policy ini, dolar yang kita dapatkan tidak lagi sekadar alat spekulasi. Ia akan menjadi reward dari hasil kerja rakyat, kegiatan produksi, dan pertumbuhan ekspor yang konsisten,” tutur Budiman dalam pidatonya. Ia juga menyoroti pentingnya memperkuat daya saing sektor ekspor, karena hal ini akan membawa keuntungan lebih besar bagi perekonomian nasional.

Perbedaan Dolar dalam Konteks New Policy

Dalam konteks New Policy, Budiman mengklasifikasikan dolar yang masuk ke Indonesia menjadi tiga jenis. Pertama, “Dolar Bestie” yang diperoleh melalui investasi langsung (FDI) untuk meningkatkan kapasitas industri lokal. Kedua, “Dolar Baper” yang bersifat rentan terhadap kebijakan pemerintah, seperti program subsidi atau peningkatan pengeluaran pemerintah. Ketiga, “Dolar Playboy” yang terus berpindah tempat sesuai keuntungan spekulatif. Dengan New Policy, pemerintah berharap meminimalkan dampak negatif dari dolar jenis kedua dan ketiga.

Menurut Budiman, penguatan ekspor akan menjadi kunci utama dalam memperoleh dolar sehat. Ia mencontohkan bahwa produk-produk seperti pertanian, manufaktur, dan teknologi dapat dijadikan andalan untuk menarik minat pembelian dari pasar internasional. Dengan demikian, dolar yang masuk tidak hanya berupa alat transaksi, tetapi juga menjadi bukti kemajuan industri nasional.

Kebijakan New Policy dan Keterlibatan Bank Sentral

Budiman mengungkap bahwa kekuatan dolar dalam beberapa tahun terakhir dipengaruhi oleh kebijakan politik antara Pemerintah Amerika Serikat dan The Fed. Dengan New Policy, pemerintahan Prabowo berupaya mengurangi ketergantungan pada mekanisme global ini. Ia menekankan bahwa pengembangan ekspor harus didukung oleh kebijakan moneter yang stabil, serta kebijakan fiskal yang berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang.

Untuk mewujudkan New Policy, Budiman mengatakan bahwa pemerintah perlu menginvestasikan sumber daya pada infrastruktur logistik, seperti pelabuhan dan jalan raya, serta mendukung pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) melalui program pembiayaan yang lebih mudah. Dengan memperkuat sektor produktif, ekspor akan lebih mudah meningkat, sehingga menghasilkan dolar yang sehat dan berkelanjutan. Budiman menambahkan bahwa New Policy ini merupakan langkah strategis untuk membangun ekonomi yang lebih tangguh.

Leave a Comment