News

Gempa Dangkal Berkekuatan M3,6 Guncang Sangihe Sulut

Gempa Dangkal Berkekuatan M3,6 Mengguncang Kepulauan Sangihe

Gempa Dangkal Berkekuatan M3 6 Guncang – Pada hari Kamis, 11 Juni 2026, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, mengalami gempa bumi dangkal dengan skala magnitudo 3,6 yang menyebabkan guncangan ringan. Gempa ini terjadi pada pukul 19.13.39 WIB dan tercatat di lokasi koordinat 5.19LU, 125.50BT, sekitar 175 kilometer ke arah timur laut dari Tahunan. Meski intensitasnya tidak terlalu besar, kejadian ini memicu perhatian warga setempat dan pihak terkait.

Gempa yang berkekuatan M3,6 ini menimbulkan perasaan guncangan yang terdengar oleh masyarakat di sekitar daerah terdampak. Guncangan terjadi di kedalaman 10 kilometer, yang termasuk dalam kategori gempa dangkal karena berada di lapisan kerak bumi. Menurut data yang dihimpun oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini merupakan bagian dari aktivitas seismik yang terjadi secara berkala di wilayah Sangihe.

Analisis BMKG dan Potensi Guncangan Susulan

Berdasarkan laporan BMKG, gempa yang terjadi pada 11 Juni 2026 ini tidak membahayakan bangunan atau infrastruktur besar. Namun, pihak BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan adanya guncangan susulan yang bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan. Kekuatan gempa dangkal berkekuatan M3,6 seringkali diikuti oleh guncangan-guncangan kecil, meski tidak selalu berpotensi mengakibatkan kerusakan signifikan.

“Gempa Mag:3.6, 11-Jun-2026 19:13:39WIB, Lok:5.19LU, 125.50BT (175 km TimurLaut TAHUNA-KEP.SANGIHE-SULUT),” demikian informasi yang dilaporkan Okezone melalui akun X BMKG.

BMKG juga menegaskan bahwa gempa ini termasuk dalam kategori gempa dangkal yang umum terjadi di wilayah Sangihe. Lokasi episentrum gempa berada di laut, sehingga dampak utamanya terasa pada permukaan tanah dan bisa merambat ke daerah sekitarnya. Gempa berkekuatan M3,6 ini memberi pelajaran penting mengenai pentingnya siaga bencana dan pengamatan terus-menerus terhadap aktivitas geofisika.

Pengaruh Gempa terhadap Masyarakat Setempat

Menurut pengakuan warga yang berada di daerah Sangihe, guncangan gempa ini tidak menyebabkan kerusakan serius. Namun, ada sebagian orang yang merasa kaget dan memastikan tidak ada kerusakan pada rumah-rumah atau bangunan. Meski begitu, gempa dangkal berkekuatan M3,6 bisa menjadi tanda awal dari peristiwa gempa lebih besar, sehingga mendorong kebutuhan untuk memantau kondisi secara terus-menerus.

“Warga menyebutkan bahwa guncangan terasa sejenak, tapi tidak ada laporan kerusakan. Mereka mengatakan bahwa gempa ini tidak berpengaruh besar terhadap kehidupan sehari-hari,” ujar seorang warga yang diwawancara secara terpisah.

Para ahli geofisika menyatakan bahwa wilayah Sangihe secara geografis memiliki risiko tinggi terhadap gempa karena berada di jalur patahan aktif. Gempa berkekuatan M3,6 ini menunjukkan bahwa struktur bumi di sekitar Kepulauan Sangihe masih dalam keadaan dinamis. Dengan adanya gempa, BMKG menyebutkan bahwa wilayah tersebut tetap dalam pemantauan untuk mengantisipasi guncangan lebih besar.

Menyusul kejadian gempa tersebut, pemerintah daerah dan masyarakat setempat melakukan langkah-langkah untuk memastikan keamanan. Sementara itu, BMKG terus mengeluarkan informasi terkini mengenai aktivitas seismik di wilayah Sulawesi Utara. Warga disarankan untuk tetap berhati-hati dan siap menghadapi kemungkinan gempa susulan yang bisa terjadi setiap saat.

Leave a Comment