News

Key Discussion: Razman Minta Roy Suryo Tak Takut Dibui: Nanti Kita Ketemu di Lapas Sambil Diskusi INTERUPSI

Razman Minta Roy Suryo Tak Perlu Takut: Key Discussion di Lapas Menjadi Momentum Debat Politik

INTERUPSI iNews TV

Key Discussion terkini mengemuka dalam diskusi di program INTERUPSI iNews TV, Kamis (21/5/2026). Ketua Umum Partai Kebangsaan (KAMI) Jokowi-Gibran, Razman Arif Nasution, mengajak Roy Suryo tetap tenang meski nanti terkena hukuman karena kasus dugaan pencemaran nama baik Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). Razman menyebut adanya indikasi bahwa perkara ini akan segera diproses dan memasuki tahap pemeriksaan di pengadilan.

Menurut Razman, masyarakat Indonesia tidak serta merta menilai seseorang bersalah hanya karena dihukum. Ia mencontohkan kasus Jumhur Hidayat, mantan anggota DPR yang pernah menjalani hukuman dua kali tetapi masih dianggap tidak bersalah oleh sebagian kalangan. “Dalam politik, penjara bisa jadi tempat untuk mengklarifikasi pihak yang bersangkutan,” jelasnya.

Konteks Debat Politik dan Medan Diskusi

Razman menekankan pentingnya Key Discussion yang terjadi di ruang publik untuk memperjelas fakta. Ia menyatakan bahwa seseorang yang dihukum tetap bisa membangun komunikasi dengan publik melalui debat atau pers, termasuk di dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas). “Kita bisa mengajak Roy dan temannya berdiskusi sambil menarik suara dari dalam penjara,” imbuhnya.

Dalam debat tersebut, Razman mengungkapkan humor bahwa jika Roy Suryo terpaksa masuk penjara, ia akan bertemu kembali di sana. “Kalau suatu hari aku ada di lapas atau rutan, kita ketemulah di sana. Lalu kita bisa berdiskusi sambil menarik suara dari dalam,” ujarnya. Ia juga menyebut bahwa Key Discussion ini adalah cara untuk memastikan suara mereka tetap terdengar meski terbatas oleh kondisi penjara.

Peran Penjara sebagai Tempat Refleksi dan Diskusi

Razman berharap Key Discussion yang dilakukan di dalam penjara dapat menjadi ruang untuk menggali perspektif para terdakwa. Ia menegaskan bahwa penjara bukanlah akhir dari sebuah perjalanan politik. “Kita bisa membuat INTERUPSI di dalam lapas, agar ada suara Razman dan Roy dari dalam penjara. Karena penjara bukan akhir dari segalanya, boss,” pungkasnya.

Sebagai mantan terdakwa, Razman memahami bahwa keyakinan masyarakat bisa berubah setelah melalui proses hukum. Ia mengambil contoh pribadinya yang pernah menjalani hukuman 1,5 tahun penjara dalam kasus pencemaran nama baik Hotman Paris Hutapea. “Di sana, saya tetap bisa menjelaskan alasan saya berbicara, bahkan menarik dukungan dari rakyat,” katanya.

Kasus Roy Suryo dianggap sebagai salah satu poin penting dalam Key Discussion terkini. Razman memperkirakan bahwa keberadaan Roy di Lapas akan menjadi momen bagi masyarakat untuk mengenali pandangan dan argumen yang diajukan dalam persidangan. “Kita buat Key Discussion di dalam lapas, agar masyarakat bisa menilai secara objektif,” tambahnya.

Dalam program ini, Razman juga menyoroti peran media sebagai penghubung antara terdakwa dan publik. Ia menyebut bahwa INTERUPSI iNews TV merupakan platform yang ideal untuk memfasilitasi Key Discussion, terlepas dari lokasi fisik mereka. “Program ini bisa menjadi jembatan antara suara dari dalam penjara dan suara masyarakat luas,” ujar Razman.

Leave a Comment