Sony Sonjaya Buka-bukaan Korupsi MBG, Kejagung: Kita Cek Alat Buktinya!
Detail Pengajuan Justice Collaborator (JC) oleh Sony Sonjaya
Key Strategy – Jakarta, 10 Juni 2026 – Direktorat Penyidikan Kejaksaan Agung (Kejagung) sedang memproses pengajuan menjadi Justice Collaborator (JC) dari mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, yang terlibat dalam dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2025-2026. Syarief Sulaeman Nahdi, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, mengatakan surat yang diajukan Sony sudah diterima dan sedang dianalisis.
“Sudah diterima suratnya dan sedang dipelajari ya,” ujar Syarief kepada wartawan di Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Pengajuan Sony sebagai JC merupakan bagian dari key strategy kejaksaan dalam mengungkap kasus korupsi yang terjadi selama masa pemerintahan tahun lalu. Dalam rangka menegakkan hukum, Kejagung berkomitmen untuk memverifikasi seluruh alat bukti yang diserahkan oleh tersangka. Proses ini tidak memiliki batas waktu pasti, namun penyidik memprioritaskan pemeriksaan bukti-bukti yang relevan.
“Engga ada (batasan waktu), kita pelajari dulu, terus kita cek alat bukti yang sudah didapat dan lain-lain,” pungkas Syarief.
Langkah Penyidikan dalam Mengungkap Korupsi MBG
Pengajuan menjadi JC oleh Sony Sonjaya dilakukan setelah ia menyerahkan surat ke Kejagung pada Senin (8/6/2026) melalui kuasa hukumnya, Krisna Murti. Ini menjadi key strategy dalam mempercepat penyelesaian kasus yang disangka terjadi dalam pengelolaan MBG. Sebagai bagian dari strategi ini, Kejagung berupaya memvalidasi keterangan dari pihak terlibat, termasuk memeriksa dokumen, laporan keuangan, dan saksi-saksi yang dihadirkan. Proses ini dilakukan secara transparan untuk memastikan kebenaran informasi yang diberikan oleh Sony.
MBG sendiri adalah program pemerintah yang bertujuan memberikan bantuan pangan kepada masyarakat kurang mampu. Dugaan korupsi dalam program ini mengemuka setelah ada laporan mengenai penggunaan dana yang tidak tepat sasaran. Dalam key strategy Kejagung, Sony Sonjaya dianggap sebagai saksi penting yang dapat memberikan informasi lebih lanjut mengenai alur dana dan kebijakan yang diterapkan selama masa jabatannya. Penyidik menilai bahwa dengan mengungkapkan fakta secara lengkap, Sony dapat berkontribusi dalam menyelesaikan kasus korupsi ini.
Dalam perjalanannya, key strategy ini juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum. Dengan memeriksa alat bukti secara rinci, Kejagung menunjukkan komitmen untuk menyelesaikan kasus korupsi secara adil dan akuntabel. Selain itu, penyidikan ini juga menjadi contoh bagaimana key strategy dapat diterapkan dalam menyelidiki kasus yang kompleks dan melibatkan pihak pemerintah.
Kasus korupsi MBG menjadi sorotan publik karena dana yang dialokasikan mencapai miliaran rupiah. Dengan mengajukan diri sebagai JC, Sony Sonjaya berharap dapat berkontribusi dalam proses pemeriksaan. Namun, Kejagung tetap menekankan bahwa keputusan untuk menerima atau menolak status JC akan bergantung pada hasil pemeriksaan alat bukti. Key Strategy ini juga memastikan bahwa semua pihak yang terlibat dapat diakses dan diperiksa secara menyeluruh, sehingga tidak ada fakta yang terlewatkan.
