Polda Metro Usut Aliran Dana Sindikat Buzzer Hoaks
Investigasi Mendalam Terhadap Jaringan Propaganda Digital
Partaiberita.com – Polda Metro Usut Aliran Dana dan Pemesan Sindikat Buzzer yang selama ini beroperasi secara tersembunyi. Operasi besar-besaran ini berhasil membongkar jaringan propaganda digital yang bekerja secara sistematis dalam menyebarkan berbagai konten negatif ke masyarakat luas. Sindikat tersebut dituduh aktif menyebarkan berita palsu, fitnah, serta provokasi melalui berbagai platform media sosial yang memiliki jangkauan pembaca sangat luas.
Saat ini, fokus penyelidikan tidak hanya tertuju pada pelaku lapangan saja, tetapi juga pada pihak yang menjadi pemesan serta jalur keuangan yang terlibat dalam kasus ini. Kombes Iman Imanuddin, selaku Direktur Reskrim Polda Metro Jaya, mengonfirmasi bahwa timnya telah melaksanakan serangkaian aktivitas penyelidikan dan penyidikan yang komprehensif.
“Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah melaksanakan serangkaian kegiatan penyelidikan dan penyidikan terhadap sindikat propaganda digital yang terorganisir dengan melakukan publikasi pemberitaan hoaks, fitnah, provokasi secara terorganisir,” kata Kombes Iman Imanuddin pada Selasa (28/7/2026).
Tujuh Tersangka Ditahan, Satu Masih Dalam Proses
Polisi telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Mereka memiliki inisial ADIK, BCK, AYV, YAP, YNI, MMAA, G, dan S. Setiap tersangka memegang peran berbeda dalam jaringan, mulai dari editor konten, pengelola akun media sosial, hingga pihak yang menawarkan proyek kepada para buzzer.
Dari delapan tersangka tersebut, enam orang saat ini sedang ditahan di Rutan Polda Metro Jaya. Sementara itu, dua tersangka lainnya masih dalam proses pengamanan lebih lanjut oleh pihak berwajib. Proses penahanan ini dilakukan untuk memastikan para tersangka tidak dapat melakukan tindakan yang dapat mengganggu jalannya penyelidikan.
“Terhadap keenam tersangka tersebut saat ini kami lakukan penahanan di Rutan Polda Metro Jaya,” ujar Iman.
Menelusuri Jejak Pemesan Utama Sindikat
Iman menambahkan bahwa penyelidikan terhadap sosok pemesan utama dari para sindikat buzzer masih terus dilakukan. Tim penyidik juga telah melakukan penelusuran intensif untuk mengidentifikasi siapa di balik layar yang memesan jasa penyebaran konten tersebut. Proses ini melibatkan analisis terhadap aliran dana yang masuk dan keluar dari rekening-rekening terkait.
“Penyidik juga sedang melakukan penelusuran terus kepada pemesan utamanya, dan jembatan utamanya sudah kami lakukan penangkapan atau pengamanan saat ini. Jadi penyidik sedang melakukan pendalaman terhadap pemesan utamanya,” ungkap Iman.
Jika nantinya ditemukan bukti bahwa pemesan merupakan penyelenggara negara yang menggunakan uang negara untuk membiayai aktivitas sindikat ini, maka pasal baru akan diterapkan sebagai dasar hukum penindakan lebih lanjut. Polda Metro Usut Aliran Dana menjadi kunci utama dalam mengungkap siapa sebenarnya yang berada di balik operasi propaganda digital ini.
Penyelidikan lebih lanjut juga akan menyoroti bagaimana mekanisme pembayaran dilakukan kepada para buzzer dan editor konten. Setiap transaksi akan dilacak dengan cermat untuk memastikan tidak ada celah hukum yang dapat dimanfaatkan oleh para tersangka. Proses ini diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai skala operasi sindikat tersebut.

