Visit Agenda: Masjid Istiqlal Siap Gelar Salat Iduladha, Prof Hamdan Juhannis Jadi Khatib
Persiapan dan Pengumuman
Visit Agenda – Jakarta – Masjid Istiqlal telah menyelesaikan persiapan menyeluruh untuk mengadakan salat Iduladha tahun ini pada Rabu, 27 Mei 2026. Perayaan yang menjadi bagian dari agenda kunjungan dan acara besar ini akan dilakukan di lokasi utama masjid, yang telah diperbaiki dan diperluas untuk menampung jemaah yang berpotensi mencapai ratusan ribu orang. Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa Prof. H. Hamdan Juhannis, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, telah ditetapkan sebagai khatib utama dalam ibadah besar tersebut.
“Salat Iduladha merupakan bagian dari Visit Agenda tahun ini, yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan keagamaan. Prof. Dr. Hamdan Juhannis akan memimpin doa dengan tema ‘Meneguhkan Spirit Qurban, Merawat Alam dan Kemanusiaan’ yang mencerminkan semangat kebersamaan dan tanggung jawab sosial,” terang Nasaruddin Umar.
Tema dan Makna Perayaan
Tema tahun ini, “Meneguhkan Spirit Qurban, Merawat Alam dan Kemanusiaan”, dianggap sebagai bentuk pengingat bagi umat Muslim untuk tidak hanya fokus pada ritual sembelihan tetapi juga pada nilai-nilai kepedulian. Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa tema tersebut menggambarkan upaya pemerintah untuk memadukan iman dengan kehidupan berkelanjutan. “Khatib kali ini akan menekankan pentingnya qurban sebagai sarana merawat alam dan menghormati kehidupan manusia, khususnya dalam konteks Visit Agenda yang menyatukan berbagai kegiatan bermakna,” tambahnya.
“Sementara itu, imam salat tetap di Masjid Istiqlal adalah Ustaz Ahmad Anshoruddin, yang juga turut berperan dalam menjaga keharmonisan dalam perayaan Iduladha 2026 sebagai bagian dari Visit Agenda,” papar Nasaruddin.
Jadwal dan Persiapan Logistik
Salat Iduladha akan dimulai pada pukul 06.45 WIB dengan ibadah takbiran yang dijadwalkan sejak pukul 03.30 WIB. Nasaruddin Umar mengimbau jemaah agar datang lebih awal untuk menghindari kepadatan dan memastikan proses berjalan lancar. Masjid Istiqlal, yang menjadi simbol keagamaan nasional, telah melakukan pengaturan khusus untuk menyambut ribuan jemaah yang hadir. “Semua persiapan, termasuk penambahan tempat duduk dan distribusi makanan, telah dilakukan secara rapi sebagai bagian dari Visit Agenda untuk memastikan kenyamanan dan keterlibatan semua lapisan masyarakat,” ujarnya.
“Selain itu, akan ada program pelatihan khatib dan imam dalam rangka mengoptimalkan peran mereka dalam memimpin perayaan Iduladha, yang menjadi salah satu komponen utama Visit Agenda tahun ini,” terang Nasaruddin.
Penetapan Tanggal dan Metode Hitungan
Hari Raya Iduladha 1447 H akan dirayakan pada Rabu, 27 Mei 2026, berdasarkan Sidang Isbat yang telah dilakukan Pemerintah. Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa 1 Zulhijjah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026, dan 10 Zulhijjah ditetapkan sebagai tanggal perayaan dengan metode Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). “Penetapan ini memastikan konsistensi hari raya Iduladha di seluruh Indonesia, termasuk dalam rangkaian Visit Agenda yang diharapkan dapat memperkuat kesadaran akan kesatuan keagamaan dan identitas budaya,” jelasnya.
“Kehadiran Prof Hamdan Juhannis dalam perayaan ini juga menunjukkan komitmen pemerintah untuk menghadirkan tokoh-tokoh terkemuka dalam Visit Agenda, sehingga masyarakat dapat mendapatkan inspirasi dari pemimpin yang memiliki pengalaman internasional dan keahlian dalam pengembangan pendidikan Islam,” tambah Nasaruddin.
Konteks Khatib dan Pembicaraan Lain
Prof Hamdan Juhannis, yang merupakan alumni McGill University di Montreal, Kanada, memiliki peran penting dalam membawa perspektif global ke dalam penyampaan khutbah Iduladha. Ia juga dikenal sebagai tokoh kiai yang berpengalaman dalam memimpin perayaan besar. “Dalam Visit Agenda, hadirnya khatib seperti Prof Hamdan Juhannis diharapkan mampu memberikan makna lebih dalam dari qurban, khususnya dalam konteks kemanusiaan dan lingkungan,” kata Nasaruddin.
“Selain itu, salat Iduladha menjadi moment penting dalam Visit
