News

WNA Dijambret di Bundaran HI – Pramono: Hukum Pelaku Seberat-Beratnya!

WNA Dijambret di Bundaran HI, Pramono: Hukum Pelaku Seberat-Beratnya!

WNA Dijambret di Bundaran HI – Dalam sebuah insiden yang menarik perhatian publik, seorang warga negara asing (WNA) dijambret di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada hari Minggu (17 Mei 2026). Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meminta pihak berwajib untuk memberikan sanksi tegas kepada pelaku kejahatan tersebut. Dua orang tersangka telah ditangkap oleh Polsek Metro Menteng, yang bertugas mengamankan kawasan Bundaran HI. “Kalau sudah tertangkap, dihukum seberat-beratnya yang melakukan,” ujarnya di Jakarta Utara, dalam pernyataan resmi yang diberikan kepada media.

Detik-Detik Penjambretan WNA di Bundaran HI

Insiden penjambretan terjadi sekitar pukul 15.00 di Bundaran HI, tempat yang biasa dipadati pengunjung wisatawan dan warga Jakarta. Korban, yang berusia sekitar 30 tahun, merupakan seorang wisatawan asing yang sedang berjalan kaki di sekitar area kota. Pelaku menari di belakang korban sebelum melakukan tindakan pencurian. Menurut informasi, korban mengalami kerugian sekitar Rp5 juta dalam bentuk uang dan barang berharga yang dibawa.

Polisi menyebutkan bahwa kedua tersangka berhasil ditangkap setelah melintas di kawasan Bundaran HI. Keduanya diduga melakukan aksi penjambretan dengan cara mengikuti korban dan memperdayakan keadaan. “Kami sedang mengumpulkan bukti untuk memastikan bahwa pelaku bertanggung jawab secara hukum,” kata Kepala Satuan Polisi Metro Menteng, yang tidak disebutkan nama lengkapnya. Insiden ini menjadi sorotan karena menunjukkan bahwa kejahatan premanisme masih marak di kawasan yang selama ini dianggap aman.

Pramono Anung Tegaskan Tindakan Tegas Terhadap Pelaku

Pramono Anung mengungkapkan bahwa kejadian penjambretan ini harus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan keamanan Jakarta. Ia menekankan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan memberikan dukungan penuh kepada aparat penegak hukum untuk memastikan tindakan tegas diambil terhadap pelaku. “Momentum ini harus dijaga bersama oleh semua pihak, termasuk warga Jakarta dan para pengunjung,” tambahnya dalam wawancara dengan sebuah stasiun televisi.

Gubernur juga menyinggung pentingnya menjaga reputasi Jakarta sebagai salah satu kota paling aman di kawasan Asia Tenggara. Meski kini kota ini menempati peringkat kedua sebagai wilayah dengan tingkat keamanan terbaik di ASEAN, insiden penjambretan terhadap WNA menjadi pengingat bahwa upaya menjaga keamanan harus terus dilakukan. “Kami tidak boleh lengah, karena WNA Dijambret di Bundaran HI bisa menjadi indikator bahwa ada kelemahan dalam sistem keamanan kita,” katanya.

Dalam beberapa hari terakhir, media sosial dihebohkan oleh video aksi penjambretan tersebut. Video tersebut menunjukkan bagaimana pelaku mengambil barang korban dengan cepat dan menghilangkan diri. Masyarakat mengkritik tindakan pelaku yang menargetkan WNA, terutama karena kawasan Bundaran HI biasa dikunjungi oleh wisatawan. “WNA sudah membayar cukup mahal untuk mengunjungi Jakarta, tapi mereka justru jadi korban kejahatan,” tulis salah satu warganet dalam komentar di media sosial.

Pramono Anung mengakui bahwa kota Jakarta memiliki tantangan tersendiri dalam menangani kejahatan premanisme. Ia menegaskan bahwa Pemprov DKI akan bekerja sama dengan polisi dan pihak lain untuk memberantas tindakan semacam itu. “Kami berkomitmen untuk memberikan perlindungan kepada seluruh warga, termasuk warga negara asing yang datang berkunjung,” tuturnya. Selain itu, ia juga menyoroti peran masyarakat dalam mengawasi lingkungan sekitar Bundaran HI dan mengambil tindakan segera jika terjadi kejahatan.

Insiden ini menambah daftar kejahatan premanisme yang sering terjadi di Jakarta, terutama di lokasi strategis seperti Bundaran HI. Dalam beberapa tahun terakhir, Pemprov DKI telah melakukan berbagai upaya untuk menurunkan angka kejahatan, termasuk meningkatkan kehadiran polisi di kawasan keramaian. Namun, kejadian penjambretan terhadap WNA menunjukkan bahwa ada kebutuhan lebih besar untuk meningkatkan keamanan secara berkelanjutan. “WNA Dijambret di Bundaran HI tidak boleh menjadi kejadian yang terulang lagi,” harap Pramono.

Leave a Comment